DPRD Sayangkan NICU RSUD Tak Berfungsi

by -

TOBOALI – Anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Samsir menyayangkan kurang maksimalnya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Basel. Hal ini dikarenakan tak berfungsinya lagi unit perawatan intensif untuk bayi yang baru lahir atau NICU (Neonatal Care Unit) serta ditutupnya rawat inap kelas II sejak beberapa bulan terakhir.
Padahal kata Samsir, fasilitas kesehatan ini sangat diperlukan oleh masyarakat. NICU sangat dibutuhkan untuk bayi baru lahir yang memerlukan perawatan khusus seperti berat badan rendah, fungsi pernafasan kurang sempurna, prematur, mengalami kesulitan dalam pernapasan. “Suatu hal yang kontraproduktif di saat pemerintah berusaha menekan tingginya laju tingkat kematian anak, NICU malah tidak berfungsi,” kata Samsir kepada wartawan, Kamis (27/8) kemarin.
Sekretaris Komisi I itu juga mengatakan, berdasarkan keterangan Direktur RSUD Basel bahwa rumah sakit kekurangan SDM di bidang kesehatan sejak dihentikan perekrutan pegawai honorer berdasarkan Surat Edaran Bupati Basel tentang larangan pengangkatan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), tak terkecuali RSUD Basel.
“Sangat disayangkan kebijakan pukul rata ini menyebabkan hak kepentingan publik masyarakat terganggu, khususnya di pelayanan kesehatan secara baik dan malah menimbulkan biaya yang tinggi,” tukasnya.
Oleh karena itu, lanjut Samsir, Komisi I DPRD Basel berinisiatif menyurati eksekutif untuk membuat surat edaran baru sehingga memberikan pengecualian untuk RSUD agar tetap dapat mengangkat tenaga honorer guna menutupi kekurangan SDM yang bekerja di ruang NICU dan ruang rawat inap kelas II.
“Kepada Badan Kepegawaian Daerah kita juga minta untuk memetakan jumlah tenaga kesehetan yang ada di seluruh wilayah Basel sesuai dengan standar pelayanan minimum agar dapat dilakukan distribusi ulang untuk memenuhi kekurangan SDM di RSUD Basel,” pungkasnya.(bim)