DPS di Beltim Sudah Dimulai

by -

KELAPA KAMPIT – Mempersiapkan pemilihan kepala daerah Belitung Timur (Beltim) 2015, Komisi Pemilihan Umm Daerah (KPUD) Belitung Timur (Beltim) melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat Desa, di tiap-tiap Kecamatan, sudah mulai melakukan kegiatan pemutakhiran Data Pemilih Sementara (DPS).

Hasil data pemilih yang kini dipegang PPS Desa, diperoleh dari pusat, yaitu berdasarkan data yang beberapa waktu lalu digunakan untuk Pemilihan Presiden (Pilpres). Data ini kemudian turun ke desa masing-masing untuk diverifikasi di lapangan oleh Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

“Tiap-tiap satu area TPS satu PPDP, Mereka memutakhirkan data. Mana yang masih masuk dalam daftar pemilih dan mana yang sudah masuk (pemilih baru) dalam daftar pemilih. Misalnya mereka yang sudah meninggal dunia, maka datanya dihapus. Kemudian, mereka yang saat ini usianya sudah masuk dalam daftar pemilih, maka tugas PPDP ini memasukkan nama-nama baru ini,” ujar Hutriansyah, Ketua DPP Desa Senyubuk, Kepala Kampit, kepada wartawan, Senin (27/7) kemarin.

Sebab, kata pria yang akrab disapa Hut ini, kalau data pemilih mereka yang sudah meninggal dunia ini tidak dihapus, nantinya daftar pemilih akan melonjak.

“Selain warga masyarakat domisili tetap yang sudah masuk usia memilih, ada pula warga masyarakat yang baru berdomisili di Beltim. Maka, mereka akan terdaftar sebagai pemilih baru. Namun, harus dinyatakan dengan surat domisili. Tapi sudat keterangan domisili ini berlaku setelah ditetapkannya DPS. Yaitu enam bulan sebelum tanggal 27 Maret 2015. Kemudian, kalau kurang dari 6 bulan, mereka tidak bisa memilih,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Hut, nantinya PPS, PPK, dan KPU akan melakukan monitoring ke lapangan, apakah PPDP ini berjalan atau tidak.

“Di cek ke rumah-rumah. Apakah sudah didata? siapa PPDP-nya? Kan ada lembar monitoringnya. Kalau sudah terdata kan ada stickernya. Dan ini (sticker-Red) harus ditempelkan atas seizin tuan rumah mau ditempel di sebelah mana,” terangnya.

Kemudian nanti, diungkapkan Hut, pada 18 sampai 19 Agustus 2015, hasil pendataan harus sudah masuk ke PPS.
“Nanti akan kita rekap berapa ribu jumlah pemilih. Baru ke PPK dan KPUD. Makanya yang kerja keras ini KPPS dan PPS, bahkan sering disebut-sebut sebagai ujung tombak 1 dan ujung tombak 2,” tuntasnya. (feb)