DPU Beltim Sesalkan Pengrusakan Lampu Taman, Berencana Pasang Spanduk Imbauan

by -
DPU Beltim Sesalkan Pengrusakan Lampu Taman, Berencana Pasang Spanduk Imbauan
Kepala DPU Beltim, Idwan Fikri.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Beltim menyesalkan pengrusakan penerangan lampu taman dan taman oleh oknum tak bertanggungjawab. Pengrusakan sering berulang kali terjadi sehingga mengganggu kenyamanan warga yang memang ingin menikmati suasana taman di malam hari.

“Kami mengimbau kesadaran semua elemen masyarakat supaya taman dan lampu taman kami jangan dirusak, seperti taman kota Manggar, Kolong Minyak,” ujar Kepala DPU Beltim, Idwan Fikri, Rabu (2/6) kemarin.

Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, kotak lampu di Kolong Minyak tercerabut dari posisi terpasang dan dibiarkan tergeletak dipinggir jalan. Akibatnya, hujan yang sempat turun membuat korsleting listrik.

Hal yang sama juga terjadi di lampu hias sekaligus penerangan jalan jembatan Sungai Manggar. Menurut Idwan, hampir beberapa hari sekali, lampu hias jembatan mati karena ada ulang iseng oknum yang mematikan arus listrik NCB. “Awalnya kami menyangka pasokan listriknya kurang, sudah kita tambah. Nah sekarang kami pasang kunci agar tidak lagi mudah dimatikan dengan kesengajaan,” jelas Idwan.

Menyikapi kejadian berulang, DPU Beltim berencana memasang sejumlah spanduk bertuliskan ajakan untuk menjaga fasilitas tersebut. “Jadi rencana kami, Jum’at (pekan ini) mau buat spanduk imbauan yang intinya mengajak masyarakat sadar. Yuk sama-sama menjaga taman dan lampu taman untuk kita bersama,” ajak Idwan.

Idwan berharap ajakan melalui spanduk akan menggugah kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga. Adapun beberapa titik yang akan dipasang spanduk adalah taman kota Manggar, Kolong Minyak, Damar, Manggar dan Gantung yang terdapat aset lampu dan taman lampu.

“Intinya mengajak masyarakat memelihara itu sama-sama. Sebab ini dari kita untuk kita. Bukan berarti pemerintah, (tapi) tanggungjawab kami. Tapi kita semua. Saat ini kami siapkan 8 spanduk dengan bahasa berbeda-beda,” tandasnya. (msi)