Dragon Zone Sudah Diperiksa Polisi Terkait Kasus Pembunuhan 

by -
Dragon Zone Sudah Diperiksa Polisi Terkait Kasus Pembunuhan 
Peson melakukan rekontruksi kasus pembuhunan, Senin lalu.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Satreskrim Polres Belitung sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak Dragon Zone, tempat Darwin alias Peson bekerja. Sebab, adanya kasus pembunuhan berencana ini berawal dari laporan Dragon Zone ke tersangka Peson.

Berdasarkan fakta rekonstruksi yang dilakukan Polres Belitung, sebelum melakukan pembunuhan terhadap Muhammad Nur Ilham, Peson ditelepon oleh pihak Dragon Zone. Pasalnya, Ilham telah berbuat onar di tempat permainan ketangkasan yang ada di Kawasan Paal Satu, Tanjungpandan.

Mendapat laporan tersebut, Peson langsung datang namun korban sudah tidak ada di lokasi. Setelah itu, Peson mendatangi kediaman rekan Ilham yang ada di Jalan Telex Desa Air Merbau. Di tempat itu, Peson menghabisi nyawa korban dengan menggunakan pisau yang sudah dipersiapkan.

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Chandra Satria Adi Pradana mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil gelar perkara yang dilakukan oleh penyidiknya. Yakni terkait keterlibatan berbagai pihak dalam kasus pembunuhan tersebut.

“Selain pihak Dragon Zone, ada dua orang lain yang kita periksa. Mereka berperan turut membantu menyembunyikan Peson selama masih buron,” kata AKP Chandra, kepada Belitong Ekspres, Selasa (13/4) kemarin.

Dalam kasus ini, Peson dijerat dengan pasal berlapis yang hukumnya hingga seumur hidup. Yakni dikenakan Primair Pasal 340 KUHP. Subsider Pasal 338 KUHP Lebih Subsider Pasal 355 ayat (2) KUHP Lebih Subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP Tentang Pembunuhan Berencana.

“Yakni Barang siapa sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain dihukum karena pembunuhan direncanakan dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya dua puluh tahun,” terang AKP Chandra.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Belitung Suwandi mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan sudah tergambar pada saat rekontruksi, Pasal 340 KUHPidana terpenuhi.

Mengenai masalah pihak Dragon Zone yang menelpon Peson sebelum melakukan pembunuhan, Suwandi masih belum bisa berkomentar banyak. Sebab, pihaknya masih menunggu berkas tahap satu dari penyidik.

“Saat ini kami masih menunggu berkas. Kami akan lihat setelah berkasnya sudah di Kejaksaan, apabila dalam berkas tersebut ada keterangan bahwa tersangka disuruh melakukan pembunuhan pada saat di telpon, tentunya penyidik akan kami kasih petunjuk,” katanya. (kin)