Dua Janda Muda Tanjungpandan Nipu Bermodalkan SKT Palsu 

by -
Dua Janda Muda Tanjungpandan Nipu Bermodalkan SKT Palsu 
Ipda I Made saat menunjukkan kedua tersangka didampingi salah satu Polwan, kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Jika aksi komplotan kakek menipu bermodal cek palsu, beda dengan dua janda muda asal Tanjungpandan ini. Mereka diciduk polisi karena diduga melakukan penipuan dengan menggunakan Surat Keterangan Tanah (SKT) palsu.

Kedua wanita tersebut yaitu, bernama Elisa (31) dan Asmawati (27). Elisa diringkus di kawasan Pilang, sedangkan Asmawati diamankan langsung oleh korban atas nama Jupri (44) lalu dibawa ke Polsek Tanjungpandan.

Kepada Belitong Ekspres, Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan Ipda I Made Wisma Rahma Saputra mengatakan, kedua pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini telah diamankan sejak pekan lalu.

Yakni, bermula pada saat korban melaporkan ke Polsek Tanjungpandan. I Made menjelaskan, dalam kasus ini yang menjadi otak pelaku adalah Elisa. Saat itu dia menemui Asmawati dengan tujuan meminjam barang untuk digadaikan.

Namun, Asmawati waktu itu menjawab tidak memiliki apa-apa kecuali foto copy SKT. Usai mendengar ungkapan itu, otak Elisa langsung berpikir untuk melakukan kejahatan dengan cara membuat SKT palsu agar dapat digadaikan.

Setelah membuat SKT palsu, Elisa menyuruh Asmawati untuk mencari orang agar mau meminjami uang. Dengan jaminan SKT palsu itu. Hingga akhirnya bertemulah dengan Jufri pada Januari 2020.

“Dalam hal ini, peran Asmawati sebagai perantara. Setelah ketiganya bertemu, akhirnya terjadilah kesepakatan pinjam uang sebesar Rp 15 juta dengan jaminan SKT palsu dalam jangka waktu dua bulan,” kata I Made, Selasa (20/10).

Menurut I Made, setelah dua bulan berlalu, korban menagih janji, namun tersangka masih belum bisa membayar hutang tersebut. Hingga akhirnya korban melakukan pengecekan terhadap SKT tersebut.

“Mengetahui hal itu, korban berusaha untuk memberi kesempatan kepada tersangka untuk membayar. Namun hingga bulan Oktober tersangka belum membayar. Akhirnya di lapor ke polisi,” jelas Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan.

Usai mendapat laporan tindak pidana tersebut, polisi langsung memburu wanita yang sehari-hari bekerja sebagai SPG di salah satu toko Vape di Belitung. Hingga akhirnya kedua tersangka berhasil diamankan.

Dalam kasus ini, modus tersangka melakukan perbuatan tersebut lantaran faktor ekonomi. Atas perbuatannya keduanya dijerat polisi dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan atau Pasal 263 KUHP Tentang surat palsu Juncto Pasal 55 KUHP.

“Sebab keduanya turut serta dalam kasus ini. Untuk ancaman hukumannya empat tahun penjara. Untuk SPDP sudah kita kirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung,” jelas Ipda I Made.

Pria asal Bali ini menambahkan, dalam kasus ini kedua tersangka sudah melakukan perbuatannya sebanyak empat kali dengan korban berbeda. Namun yang mau melapor hanya satu orang.

“Ini merupakan kasus baru yang pertama kali di Belitung. Modus baru dengan menggunakan SKT Palsu. Saya menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam urusan tanah. Jika hutang di atas Rp 10 juta usahakan ada bukti dan saksi. Serta jangan mudah percaya dengan orang lain, ketika berusan masalah tanah,” pungkasnya.

Sementara itu, Elisa mengakui semua perbuatannya. Selain itu, dia juga membenarkan apa yang diungkapkan Ipda I Made. “Benar,” kata Elisa. Namun kedua janda ini saling tuding mengenai kasus yang dijalaninya.(kin)