Dua Pesulap Bangka Diakui Dunia

by -

PANGKALPINANG – Bangka Belitung (Babel) patut berbangga dengan dua magician atau pesulap muda asal Bangka yakni Toni Xander dan Yoko Ferostal yang menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Medal of Merlin, di Kelapa Gading XXI Lounge, Senin (26/10) lalu.
Dengan penghargaan tersebut dua magician itu kini telah diakui sebagai magician dunia. Merlin Awards merupakan penghargaan tertinggi di bidang magician. Tidak tanggung-tanggung, President International Magicians Society ( IMS ) Toni Hassini langsung datang dari Amerika untuk memberikan medali tersebut secara langsung hanya kepada delapan orang Magician, termasuk Toni Xander dan Yoko Ferostal.
Penghargaan ini, merupakan moment yang sangat langka, karena diraih oleh 2 kota di Indonesia yakni Jakarta dan Pangkalpinang.
Kehadiran para tamu yang datang pada acara ini Putri Indonesia Pariwisata 2015, Kombes BNN Brigjen Dr.Victor Pudjiadi, Mr. Handy Altan (Chief Of 8 Of Club Magic), Rizuki (The Master).
Penghargaan Merlin Awards diberikan kepada magician yang terpilih dan dipilih, karena mereka dianggap sudah berkontribusi dan berdedikasi terhadap dunia sulap bahkan taraf internasional.
Merlin Awards diberikan kepada Magician yang memiliki kelebihan berbeda dari kebanyakan. President International Magicians Society (IMS) telah memilih magician di dunia. Sampai akhirnya terpilih delapan orang, dua diantaranya Toni Xander dan Yoko Ferostal asal Bangka Belitung orang yang terpilih dan pantas mendapatkanya.
“Terima Kasih kepada beberapa pihak yang sudah sangat mensupport kami, diantaranya Bapak Hermanto Aliong (Ketua DPW Perindo), bapak Markus dari PD Markus Jaya Abadi, CV.Sriwijaya Utama dan pihak-pihak lain yang tidak mau disebutkan namanya. Mereka benar-benar sangat mensupport kami, sehingga kami mampu meraih ini semua, dan peduli untuk mendukung perkembangan kegiatan generasi muda yang positif tidak hanya untuk berkarya di daerah tapi mensupport seni ini bahkan ke taraf international.  Ini adalah seni yang patut diperjuangkan dan patut di kembangkan,” ungkap Toni Xander.
Untuk itu ia berharap pemerintah di Bangka lebih memperhatikan dan menghargai para pekerja seni agar seni yang ada lebih berkembang. Selama ini pada magician tersebut dijelaskan Toni disupport oleh Chief Of 8 of Club (Magic Club) Mr. Handy Altan.
“Untuk kali ini kami mohon support dari pemerintah di Bangka, karena kami malu sekali kalau untuk menerima penghargaan ini kami masih harus mengharapkan bantuan support dari Jakarta,” lanjutnya.
“Apa pandangan dari pihak di Jakarta, masa mesti dibantu terus sedangkan untuk pemerintah daerah tidak ada yang mensupport, untungnya masih ada beberapa orang seperti tadi yang betul-betul meringankan beban kami, padahal ini positif dan mengharumkan dan mendukung perkembangan seni yang ada,” jelasnya.
Ia juga berharap agar seni sulap dapat terus berkembang di Babel, sebab saat ini seni sulap seringkali dipandang sebelah mata. Padahal menurutnya seni sulap adalah seni yang paling tertua dan paling lama di dunia. “Kenapa tidak pemerintah daerah pun ikut serta membudayakan seni ini, tapi yang anehnya malah orang lain yang lebih peduli,” tandasnya.(rel/rb)