Dua Terpidana Korupsi Rumah Pintar Dieksekusi

*Dijebloskan Kejari  Belitung ke Lapas Cerucuk

hukum-&-kriminal-edisi-07-maret-2017-(2)

Petugas Kejari Belitung, saat menggiring kedua terpidana kasus korupsi, Syahril (kuning) dan Kardono (biru), Senin (6/3) kemarin.

TANJUNGPANDAN-Setelah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Negeri Pangkalpinang, dua terpidana korupsi Rintisan Rumah Pintar Hardono (58) dan Syaril (57), Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung, Senin (6/3) kemarin, melakukan eksekusi.

RajaBackLink.com

Dengan kawalan ketat petugas keamanan Kejari Belitung, dua terpidana yang terbukti merugikan uang negara berjumlah puluhan juta ini, digiring dari Kantor Kejari Belitung Jalan Sriwijaya Tanjungpandan menuju ke Lapas Kelas II B Cerucuk.

Sebelumnya, kasus ini mencuat sekitar tahun 2012 silam. Saat itu Kejari Belitung mendapat laporan adanya dugaan korupsi Rintisan Rumah Pintar, dengan anggaran dana Rp 200 juta bersumber dari Direktorat Jendral Pendidikan Usia Dini (Dirjen Paud).

Baca Juga:  Puluhan Akun Medsos Terdeteksi Sebar Provokasi Picu Kerusuhan

Pada tahun 2015-2016 Kejari Belitung melakukan penyelidikan hingga akhirnya menaikan ke penyidikan. Dari hasil penyidikan, yakni melakukan pemeriksaan dan barang bukti kedua terpidana kasus korupsi ini dinyatakan bersalah dan dinaikan ke persidangan.

Dalam kasus ini, kedua terpidana dijerat Pasal 9 Undang-undang Tentang Tindak Pidana Korupsi. Sidang dilaksanakan mulai November 2016 hingga awal tahun 2017. Senin (20/2) lalu, Pengadilan Tipikor Negeri Pangkalpinang menvonis kedua terdakwa dengan penjara satu tahun.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belitung Nova Elida Saragih mengatakan, kedua terpidana sudah dieksekusi. Selain itu, Syahril dan Hardono juga dikenakan biaya penganti sebesar kurang lebih Rp 37 juta.

Baca Juga:  Modus Penipuan Arisan di Medsos, Wanita Muda Dipolisikan

Dalam kasus ini, kedua terpidana tak mengajukan banding. Mereka menerima putusan itu. “Semua sudah selesai, keduanya sudah kita kirim ke Lapas,” Ujar Nova Elida Saragih, kepada Belitong Ekspres, didampingi Kasi Pidsus Kejari Belitung Dony F Sanjaya.

Sebelum dilakukan penahanan (diserahkan ke lapas) kedua terpidana ini dilakukan tes kesehatan oleh Kejaksaan Negeri Belitung. Namun, dari hasil tes itu keduanya dinyatakan sehat. Akhirnya keduanya yang juga mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu instansi ini dilakukan eksekusi.

Sementara itu, kedua terpidana yakni Hardono dan Syahril enggan berkomentar banyak mengenai eksekusi ini. Menurutnya, dia siap menjalani hukuman yang sudah ditetapkan. Bahkan keduanya mengaku dalam kondisi sehat sebelum diserahkan ke Lapas Cerucuk. “Alhamdulillah kami sehat,” ujar Syahril didampingi Hardono. (kin)

Tags:
author

Author: