‘Duet Maut’ Pasutri ini Berakhir

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Kompak Menjambret dan Bobol Rumah di Beberapa Tempat Pulau Belitung

headlines-edisi-30-januari-2017

Polisi saat mengintrogasi pasangan suami istri pelaku kasus penjambretan dan pembobolan rumah, di Polsek Sijuk, Jumat (27/1) akhir pecan lalu. Foto : belitongekspres.co.id

BADAU-Pasangan suami istri (Pasutri) pelaku penjambretan dan pembobolan rumah yang meresahkan masyarakat Belitung, berhasil diringkus Jajaran Satreskrim Polsek Badau. Pelaku yang diketahui bernama Yusup Priyadi (22) rantuan asal Medan dan Ria (25) ditangkap di kediamannya, di Jalan Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Jumat (27/1) dini hari.

banner 1200x200

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya sembilan buah handphone, satu buah Televisi LED dan beberapa kartu identitas korban-korban hasil curian selama keduanya beraksi.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian keduanya meresahkan masyarakat khusunya di kawasan Badau serta Tanjungpandan. Kata Kapolsek Badau Iptu Chandra Satria Adi Pradana SIK mengatakan, pelaku merupakan target pihak kepolisian.

Beberapa korban pernah dijambret oleh pelaku, di antaranya kejadian di Air Malik Membalong dan Kacang Butor Badau. Namun sayangnya korban belum melapor secara resmi ke pihak kepolisian. Selain itu, kedua pelaku ini juga melakukan pembobolan di Jalan Badau.

Baca Juga:  Jual Minol, Rumah Abu Digerebek Polisi

Dijelaskan Iptu Chandra, saat melancarkan aksi penjambretannya kedua pasangan ini sudah merencanakan matang-matang. Yakni, si wanita (Ria) yang mengendarai motor, sedangkan Yusuf menarik tas korban.

“Awalnya kedua pasangan ini memepet korban, setelah dia lengah, Yusuf menarik tas korban. Bahkan, saat itu korban terjatuh,” ujar Iptu Chandra, kepada Belitong Ekspres, Sabtu (28/1) akhir pekan lalu.

Sedangkan, untuk pembobolan rumah keduanya sudah mengincar target. Saat masuk ke dalam rumah, pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela.

Setelah berhasil masuk, kedua mencari barang-barang berharga. Usai mendapat barang itu, keduanya langsung kabur. Iptu Chandra, mengakui lokasi pembobolan rumah itu tidak hanya sekali melainkan berkali-kali namun belum ada yang melapor.

“Saat ini kami masih melakukan pengembangan, seperti mencari pembeli handpone dan televisi. Kemungkinan barang bukti untuk handphone lebih dari 10 buah,” ungkap Iptu Chandra, di Mapolsek Sijuk.

Pria asal Tulungagung Jawa Timur ini menjelaskan kronologis penangkapan, kedok kedua pelaku terbongkar saat polisi melacak (tracking) nomor handphone salah satu korban. Saat itu lokasinya disalah satu kawasan daerah Sijuk, dan mengarah ke kedua pasangan ini.

Baca Juga:  6,82 Juta Orang Masih Nganggur

“Setelah dilakukan penyelidikan ternyata beberapa korban mengakui ciri-ciri itu ada pada kedua pelaku. Akhirnya polisi menangkap keduanya di kediamannya, pada malam hari,” jelas pria jebolan AKPOL 2012 ini.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku yang berstatus suami istri (nikah siri) ini, dijerat dengan Pasal 363 Ayat 1 ke 4 dan 5 Tentang Pencurian, Ancaman 7 tahun Penjara,” pungkasnya.

Sementara itu, Yusuf mengakui semua perbuatannya. Menurut pria asal Medan Sumatera Utara yang merantau ke Belitung sejak satu tahun lalu ini, nekat melakukan perbuatan itu lantaran faktor ekonomi. Bahkan, Yusuf mengaku hal itu, diajak oleh istrinya yang merupakan otak pencurian dan penjambretan ini.

Selain itu, keduanya mengakui telah melakukan pencurian dan pembobolan itu hingga berkali-kali. Bahkan, terlalu banyaknya barang yang telah mereka curi, hingga pasangan suami istri ini lupa berapa kali melakukan perbuatan yang merugikan orang lain ini. “Saya lupa pak. Pokoknya, kami sudah berulang kali melakukan pencurian dan penjambretan ini,” ujar Yusuf diamini Ria. (kin)

Rate this article!
Tags:
author

Author: