Dugaan Mark Up BBM di Beltim Terus Diusut, Siapa Calon Tersangka?

by -
Dugaan Mark Up BBM di Beltim Terus Diusut, Siapa Calon Tersangka?
Kasi Pidsus Kejari Beltim, Andi S Sitepu SH MH.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur, Abdur Kadir SH MH melalui Kasi Pidsus Andi S Sitepu SH MH menyatakan tidak mempermasalahkan pendapat hukum Penasihat Hukum (PH) PT MPP terkait dugaan mark up BBM di Pemerintahan Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Saat ini, pihak Kejaksaan Negeri Beltim hanya fokus pada penyelesaian penyidikan agar dapat menetapkan tersangka.

“Prinsipnya boleh saja mereka mengatakan seperti itu karena dalam pandangan mereka. Dalam hukum ada istilahnya Twee juristen drie meningen. Artinya apabila dua orang sarjana hukum berkumpul bisa menimbulkan 3 pendapat,” ujar Andi, Selasa (7/28) kemarin.

“Silahkan mereka mengumpulkan pendapat mereka, tentu ada argumen yuridisnya. Nanti akan diuji, yang berhak menguji adalah pengadilan. Jadi boleh saja mereka berpendapat seperti itu dari sudut pandang mereka karena mereka penasihat hukum. Kita akan optimis dan nanti pengadilan akan mengujinya,” imbuhnya.

Terkait perkembangan lanjutan penyidikan dugaan mark up BBM di Pemkab Beltim, Andi menegaskan Kejaksaan tetap melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi.

“Tim sampai saat ini tetap bekerja menelusuri dengan mengumpulkan alat-alat bukti untuk mengungkap kasus ini sehingga bisa ditetapkan tersangka,” kata Andi.

Ia pun mengakui pihaknya belum menetapkan tersangka karena ada kendala yang dihadapi dalam proses pemeriksaan. Diantaranya objek pemeriksaan sangat banyak yakni seluruh OPD. Total ada 32 OPD yang harus diperiksa dengan saksi tiap-tiap OPD sekitar 3 sampai 4 orang.

“Karena ini dari tahun 2012, cukup lama sekali sehingga pengumpulan dokumen, ada sebagian dokumen masih dicari juga oleh OPD terkait terutama SPJ-nya. Sampai hari ini tim tetap optimis bisa bekerja dan merampungkan hasilnya nanti,” jelas Andi.

Andi juga menyebut Kejaksaan sudah berkoordinasi dengan BPK terkait perhitungan kerugian negara dan masih melakukan pemeriksaan.

“Mudah-mudahan endingnya juga masih sesuai. Kami juga mohon dukungan dari rekan media semua supaya dapat memantau terus jalannya penyidikan yang kita laksanakan. Kita tetap akan terbuka tetapi terus terang saat ini hanya sebatas progress tetapi subtansi tidak bisa disampaikan karena masih dalam tahap penyidikan,” tukasnya. (msi)