Duh, Pasar Sungailiat Retak

by -

foto A

Staf Intelijen Kejari Sungailiat memeriksa kondisi pasar Sungailiat.

SUNGAILIAT – Rehab gedung Pasar ‘Kite’ Sungailiat yang rampung pengerjaannya tahun lalu menuai masalah. Pasalnya, gedung yang menghabiskan dana Rp16 miliar ini terdapat keretakan disejumlah titik. Baik dari bangunan maupun lantai gedung sendiri.
Sontak hal ini membuat Bupati Bangka Tarmizi H.Saat marah besar. Kemarahan orang nomor satu di Kabupaten Bangka ini dikarenakan setiap ada permasalahan yang terjadi, harus bupati yang turun tangan. “Mana kepala pasarnya ini. Masa ni nek nunggu bupati. Panggil pemborong a langsung, suruh die mucak a. Karena ni agik tanggung jawab die,” kesal bupati, kemarin (28/4).
Bupati juga memerintahkan parkiran yang ada di pasar serta genangan air di bagian belakang pasar untuk dibenahi sehingga pasar tersebut bisa tertata rapi. “Lihat ini airnya mampet dan bau busuk. Tolong dibenahi. Ini lagi, parkirnya sembarangan. Mana pengelola parkirnya. Tolong untuk parkir ini ditindaklanjuti,” pintanya.
Kepada wartawan, Tarmizi mengaku sudah meminta dinas terkait untuk membenahinya. “Karena ini masih dalam masa pemeliharaan, saya sudah perintahkan dinas terkait untuk membenarkannya. Jadi tidak ada masalah dengan itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sungailiat, Andi Andri Utama., SH yang tiba di lokasi terlihat sempat berdialog dengan para pedagang Pasar Sungailiat. Pada kesempatan tersebut, para pedagang menunjukan lantai bagian dalam yang di bangun sudah rusak. “Ini lihat pak, lantainya sudah banyak yang lepas. Dindingnya juga sudah retak. Kalo hujan deras, ada air yang keluar dari ubin yang lepas ini. Ngeri kami berjual disini, takut lantainya ambruk,” adu para pedagang.
Menyikapi keluhan pedagang tersebut, usai memantau kondisi pasar, Andi  mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan dinas terkait atas permasalahan ini. “Jadi akan kita konfirmasi dululah dengan dinas dan pekerja pelaksananya. Apakah ini masih dalam tahap pemeliharaan atau tidak. Kalau masih masuk dalam pemeliharaan, ada beban dari penyedia barang untuk memperbaiki sisi bangunan yang rusak. Intinya, kalau masih dalam masa pemeliharaan, itu tanggung jawab pemborongnya,” ucapnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Babel Deddy Yulianto mengaku terkejut dengan hal tersebut. “Wah…kacau,” ucapnya. Ia pun meminta aparat penegak hukum untuk mengusut hal tersebut. Sebab menurut Deddy, dana yang digunakan untuk merehab pasar jumlahnya sangatlah besar. “Ini bukti jika pasar tersebut merupakan proyek gagal Pemkab Bangka. Perencanaan kurang, pekerjaan tidak sesuai spek,” tegasnya. Selain itu, kondisi pasar sangatlah panas lantaran kurang fentilasi. “Apalagi baru ditempati sampai retak. Ini semakin terindikasi bahwa pembangunan pasar jauh dari speak yang ada,” tutupnya.(rif/rb)