Dukcapil Beltim Mulai Gunakan SIAK Versi 7.0

by -
Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Dinas Dukcapil Kabupaten Beltim, Bayu Anggara.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Beltim mulai mempergunakan SIAK versi 7.0 untuk mencatatkan data kependudukan warga Kabupaten Beltim. SIAK versi 7.0 merupakan peningkatan kelengkapan administrasi kependudukan, terutama pengisian kolom keterangan yang masih kosong.

Salah satunya adalah pencatatan status perkawinan yang dicantumkan dalam Kartu Keluarga (KK). Selama ini, kolom tersebut hanya diisi dengan keterangan kawin (bagi yang sudah menikah) dan tidak kawin (bagi yang belum menikah).

Padahal, dalam beberapa kasus pernikahan diluar pencatatan resmi di KUA yang sering disebut dengan istilah nikah siri, keterangan status perkawinan tertulis kawin. Hal ini menyebabkan kesulitan Disdukcapil dalam memastikan validitas data yang dimiliki.

“Format baru sesuai SIAK versi 7, memang mencantumkan status status perkawinan yang dulunya hanya dibuat kawin kemudian sekarang menjadi kawin tercatat dan kawin belum tercatat,” ungkap Bayu Anggara, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Beltim, pekan lalu.

Menurut Bayu, pembedaan status kawin dalam kolom KK didasari bahwa kawin tercatat memiliki buku nikah dan teregistrasi di KUA. Sebaliknya kawin tidak tercatat, tanpa buku nikah dan tidak teregistrasi walaupun sah secara agama atau syariat.

“Untuk kawin tercatat ada buku nikah, nomor buku nikah kemudian di entri di SIAK Beltim akan muncul otomatis tertulis kawin tercatat. Kalau kawinnya hanya nikah siri, secara agama atau syariat akan dibuat kawin belum tercatat,” jelas Bayu.

Bayu menambahkan, dengan penggunaan SIAK versi 7.0 maka pencatatan kelahiran anak pada perkawinan tidak tercatat akan menyebutkan nama orang tua secara lengkap. “Kalau dulu, hanya nama ibu yang disebutkan dalam Akte Kelahiran anak hasil pernikahan siri. Tapi sekarang tidak lagi demikian, apalagi Akte Kelahiran sekarang sangat diperlukan saat anak masuk sekolah,” kata Bayu.

“Kalau dulu tanpa buku nikah, aktenya hanya dibuat nama ibu saja. Itu hak anak mendapat NIK dan Akta Kelahiran,” imbuhnya.

Selain pencantuman status perkawinan, SIAK veris 7.0 juga memuat jenis golongan darah tiap-tiap jiwa dalam KK. Saat ini, Disdukcapil telah memulai kerjasama dengan Dinas Kesehatan agar kolom golongan darah terisi.

“Item lainnya di SIAK versi 7.0 ini untuk golongan darah ada updating. Jika selama ini tidak diketahui, sekarang ini penduduk kalau bisa mencantumkan golongan darah. Keunggulannya jika kedepan golongan diketahui, kita sudah punya database apabila diperlukan,” sebut Bayu.

Terakhir, Bayu menegaskan Disdukcapil sebagai OPD teknis yang mengurusi data penduduk tentu menginginkan validitas data kependudukan di Kabupaten Beltim.

“Ini juga karena semakin kedepan semakin ditertibkan administrasinya maka dibuat lebih rapi lagi untuk yang dulunya tidak tercatat dibuat tercatat,” tukasnya. (msi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *