Dukcapil ‘Jemput Bola’ Percepat Perekaman Data

by -

//Untuk Mempermudah dan Mendekatkan Pelayanan Masyarakat

foto A. Salah seorang warga saat didata retina matanya dalam program Jemput BOla di Kandor Desa Baru Kecamatan Manggar

Salah seorang warga saat didata retina matanya dalam program ‘jemput bola’ Dukcapil Bm, di Kandor Desa Baru Kecamatan Manggar.

‎MANGGAR – Untuk mempercepat proses perekaman dan pendataan penduduk, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melakukan program ‘jemput bola’ ke desa-desa.

 

Dukcapil melakukan ‘jemput bola’ ke desa-desa yang penduduknya masih banyak belum melakukan perekaman, seperti Desa Baru, Desa Padang, Desa Kurnia Jaya, dan Desa Mekar Jaya di Kecamatan Manggar. Tujuannya tak lain mempermudah dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

 

Pelayanan jemput bola adalah pelayanan administrasi kependudukan yang dilakukan dengan cara berkeliling ke desa-desa secara berkala dan terjadwal. Seluruh pelayanan akan diselesaikan dalam waktu tiga hari terhitung setelah seluruh pelayanan dilengkapi semua persyaratannya. Dokumen kependudukan yang telah ditandatangani oleh Kepala Dinas akan dapat diambil di Kantor Desa terdekat.

 
Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Beltim, Ernadi saat ditemui di kantornya Jum’at (18/9) kemarin, mengatakan program “jemput bola’ ini akan berlangsung dari Bulan September hingga Oktober 2015. Selain melayani pembuatan KTP elektronik dan Kartu Keluarga, program ini juga melayani perubahan dokumen kependudukan, seperti Akta, surat cerai, dan dokumen kependudukan lainnya.

 
“Sebenarnya program jemput bola ini tiap tahun kita laksanakan dan cukup mendapatkan respon positif dari masyarakat. Mengingat seluruh pelayanan gratis dan dokumen yang ada di Dinas juga kita bawa ke desa untuk memudahkan masyarakat,” ungkap Ernadi.

 
Ia menekankan tidak semua desa di Kabupaten Beltim akan dilaksanakan Program jemput bola ini, hanya terbatas ke desa-desa yang masih banyak warganya yang belum terekam. Namun tidak menutup kemungkinan program ini juga akan menjangkau pulau-pulau terpencil.

 

“Untuk sementara kita turun ke desa-desa yang masih banyak warganya yang belum melakukan pernah melakukan perekaman, atau belum bisa merekam tahun ini karena baru berusia 17 tahun. Minggu depan, kemungkinan kita akan ke Kecamatan Gantung,” ujar  Ernadi.

 
Meski pelayanan jemput bola ini dilakukan di desa-desa, Ernadi mengatakan untuk pelayanan pembuatan dokumen di Kantor Camat dan Dinas Dukcapil tetap berjalan seperti biasanya.

 

“Biar yang lain ke desa, di kantor camat dan dinas tetap melayani seperti biasa. Pada Bulan Sepetember dan Oktober ini juga kita berikan dispensasi atas keterlambatan pembuatan dokumen kependudukan. Jadi tidak ada denda bagi yang terlamabat, semuanya tetap gratis,” terangnya.

 

Baharudin (47), warga Desa Baru Kecamatan Manggar merasa terbantu dengan adanya program jemput bola. Ia mengaku jika sebelumnya belum pernah melakukan perekaman data kependudukan, dikarenakan tak memiliki waktu untuk datang mengurus ke Dinas Dukcapail.

 

“Baguslah ada kayak gini. Kita jadi lebih mudah gak perlu jauh-jauh datang ke dinas. Selama ini kan kadang kalau mau ke sana agak segan, kalau sudah di desa kan lebih dekat,” sebutnya.

 

Namun pria yang berprofesi sebagai nelayan ini mengungkapkan, program jemput bola ini punya kelemahan, dikarenakan antrian warga ingin mengurus dokumen kependudukan cukup ramai di desa. Untuk itu Ia memberikan saran, agar para penduduk yang ingin membuat dokumen kependudukan diberikan nomor antri.

 

“Aku ingin buat KTP Elektronik. Dari setengah 8 sampai jam setengah 11 belum terlayani, ramai benar yang antri. Kalau bisa pakai nomor antrian biar gak rebutan,” tandasnya. (feb)