Dukung Geopark, Beltim Akan Bangun Museum Bahari

by -
utama-edisi-30-desember-2016-unesco
Bupati Beltim, Kapolres Beltim, dan Guy Martini menikmati suguhan gambus seusai makan malam. Foto: Ist

MANGGAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) berencana membangun Museum Bahari dan Botanical Garden (Kebun Raya) untuk menunjang sertifikasi Geopark Pulau Belitung. Diharapkan semuanya akan terwujud saat nanti Belitung masuk dalam UNESCO Global Park pada tahun 2018 mendatang.

“Makanya dalam evaluasi hasil kunjungan Pak Martini, Saya sampaikan bahwa kita berencana membangun Museum Bahari dan Kebun Raya. Yang Kebun Raya sudah pasti, kita kerja sama dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia-red). Namun Museum ini masih nunggu dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP-red),” ungkap Bupati Beltim, Yuslih Ihza, Kamis (29/12) kemarin.

Yuslih mengakui Ia sudah lama mengirimkan surat ke KKP untuk minta dibuatkan Museum Bahari. Hanya saja sampai saat ini KKP belum memberikan kepastian kapan pembanguan museum akan terlaksana.

“Mereka sudah pernah balas surat yang pertama. Mereka minta Pemda berikan lokasi untuk pembangunan Museum dan saya siapkan di daerah Burung Mandi. Tapi sampai sekarang belum ada balasan lagi,” ujarnya.

Disampaikan Mantan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini,  jika Museum Bahari ini juga sekaligus untuk menampung harta peninggalan kapal-kapal karam di Perairan Laut Beltim. Kalau terlaksana, Yuslih ingin agar bentuk bangunanya khas atau menyerupai perahu kater.

“Nanti jika proses pegangkatan barang-barang kapal tenggelam, mau kita simpan dimana kalau belum ada Museum. Makanya kalau dibangun nanti bentuknya unik menggambarkan cari khas Beltim kayak perahu kater,” kata Yuslih.

Sementara itu, untuk penganggaran penunjang Geopark, Pemkab Beltim berkomitmen untuk memasukkan dalam dokumen perencanaan pembangunan. Tahun depan anggaran perencanaan pembangunan akan mulai dilaksanakan.

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah, Hendriyani saat mendampingi Bupati Beltim.

‎”Dari sisi perencanaan penganggaran, bahwa kaitan dengan pengembangan geopark harus masuk dalam dokumen perencanaan pembanguan. Konsekuensi dari itu perencanaan penganggaran pun harus ada dalamnya, artinya ketika Bupati sudah melihat bahwa ini potensi untuk dikembangkan maka perencanaan penganggaran harus ada,” jelas Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah, Hendriyani.

Menurut Kulok, panggilan akrab Hendriyani, meski tidak tersirat bahwa pembangunan diperuntukkan langsung bagi geopark namun kebijakan penggaran sudah diarahkan ke sana.

“Saat sekarang memang tidak disebutkan anggaran ini khusus Geoparak, tapi masuk dalam aspek penunjang. Beberapa kegiatan di SKPD terkait Saya lihat sudah ada ke arah sana,” tutup Kulok.‎ (feb)