Ecoton: Warga Jangan Takut Lapor Soal Limbah

by -
Ecoton, Warga Jangan Takut Lapor Soal Limbah
TUTUP: Ansori berdiri di atas limbah B3 yang sudah ditutup tanah dan abu. (Habibah Anisa - radarkediri)

belitongekspres.co.id – Tempat pembuangan limbah abu slag aluminium (asalum) diduga masih ditemukan di wilayah lain. Karena itulah, Ecological Observation and Wetlands Conversation (Ecoton) meminta pemerintah daerah (pemda) membuka posko pengaduan timbunan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) itu.

Seperti diketahui, saat ini ada tiga kecamatan di Kota dan Kabupaten Kediri yang menjadi sasaran pembuangan. Di kota dibuang di Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren. Sedangkan tempat pembuangan lain di Desa Maesan, Kecamatan Mojo dan Desa Ngreco, Kecamatan Kandat. Keduanya berlokasi di Kabupaten Kediri.

Di Kota dan Kabupaten Kediri, Direktur Ecoton Prigi Arisandi menduga, masih ada tempat pembuangan yang belum dilaporkan. Maka, pihaknya meminta dinas lingkungan hidup (DLH) membuka posko pengaduan.

“Kami menduganya ada lokasi lain yang jadi tempat pembuangan limbah,” kata Prigi yang sempat mengecek langsung kondisi pembuangan limbah di Maesan, baru-baru ini.

Dugaan tersebut menguat setelah Ecoton mendapat laporan lagi pembuangan limbah di Desa Rowomarto, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Sebelumnya, akhir November lalu, di kecamatan yang sama, limbah dibuang di Desa Babadan.

“Sebetulnya kasus pembuangan limbahnya sudah lama. Tapi baru dilaporkan,” ungkap alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini.

Posko pengaduan tersebut, menurut Prigi, bertujuan sebagai tempat masyarakat melaporkan temuan dugaan pembuangan limbah. Sehingga, DLH bisa segera menindaklanjuti laporan tersebut. “Terkadang persoalannya masyarakat kita takut untuk melapor,” ujarnya.

Prigi meminta, masyarakat tidak perlu khawatir menyampaikan laporan apabila ada temuan lokasi pembuangan. Sebab, jika dibiarkan terus-menerus, dampak limbah asalum sangat berbahaya bagi kesehatan mereka. Bahkan, efeknya bisa mengakibatkan binatang ternak mati.

Selain sebagai tempat pengaduan laporan, Prigi menjelaskan, posko tersebut menjadi media bagi DLH untuk memberikan edukasi pada masyarakat. Terutama pemahaman tentang bahaya limbah B3.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Didik Catur mengaku, belum mendapat laporan terbaru soal tempat pembuangan limbah selain di Blabak. Pihaknya berharap, tidak ada lokasi lain di Kota Kediri. “Sejauh ini masih di Blabak (Pesantren),” ungkapnya.

Meski demikian, DLHKP sudah meminta pihak kecamatan dan kelurahan untuk berkoordinasi. Apalagi ada laporan dari warga, segera diteruskan ke DLHKP. “Tidak hanya di (Kecamatan) Pesantren, tetapi juga di Mojoroto dan Kota,” terangnya.

Dengan pengaduan tersebut, Didik mengatakan, pihaknya dapat segera melakukan langkah awal. Hal itu untuk menangkal dampak pencemaran B3. Sebab, limbah tersebut harus ditangani dengan cermat. (rk/baz/die/JPR)

Artikel ini sudah dimuat di radarkediri.jawapos.com dengan judul Ecoton: Warga Jangan Takut Lapor Soal Limbah