Edarkan TM, Terancam 15 Tahun Penjara

by -

*Polisi Tangkap Pengedar TM di Kalangan Pelajar Belitung

utama-edisi-04-desember-2016-2
Polisi saat menggiring Leo, pelaku pengedar obat TM ke sel tahanan Polres Belitung. Foto : Ajai | BE

TANJUNGPANDAN-Leo (26) warga Dusun Pongok Bangka Selatan, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya, pria yang bekerja sebagai nelayan ini diduga menjadi pengedar obat-obatan terlarang di kalangan pelajar Belitung.

Pria asal Pulau Bangka ini diamankan Jajaran Satnarkoba Polres Belitung, di lokasi Jalan  Ahmad Dahlan RT 12 RW 05 Dusun Pak Mangga, Minggu (1/1) lalu. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 26 butir obat jenis tramadol (TM).

Kabag Ops Polres Belitung Kompol Siswo Dwi Nugroho membenarkan adanya penangkapan itu. Pelaku sudah ditetapkan tersangka oleh pihak ke polisian setalah dilakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Status Leo sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah diamankan di Mapolres Belitung, untuk penyidikan lebih lanjut,” kata Kompol Siswo Dwi Nugroho, kepada Belitong Ekspres, di Polres Belitung, Selasa (3/1) kemarin.

Dijelaskan pria asal Yogjakarta ini, penangkapan tersebut diawali saat Polres Belitung mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya informasi itu. Setalah dikembangkan, ternyata benar tersangka menjual obat itu ke sejumlah pelajar di Belitung.

Untuk mendapatkan obat itu, Leo membandrol dengan harga Rp 35 ribu perstrip atau satu paket. Satu strip TM itu berisikan sebanyak sepuluh butir. Leo, mendapatkan barang itu dari Pulau Bangka dan dijual kembali ke Belitung.

Kata Kompol Siswo, hingga saat ini polisi masih terus melakukan pengembangan. Katanya, kemungkinan ada penjual lain di Belitung. Atas perbuatannya, Leo dijerat dengan Pasal 196 atau Pasal 197  Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. “Ancaman paling lama 15 tahun penjara,”katanya.

Sementara itu, itu Leo mengakui barang itu miliknya. Katanya, rencana obat itu akan diedarkan ke Belitung. Selama transaksi di Tanjungpandan, dirinya menjual obat itu kisaran Rp 30 hingga Rp 35 ribu perstrip.

Dijelaskan Leo, dia sudah kurang lebih sebulan menjual obat itu ke sejumlah pelajar di Belitung. “Selama menjual di Belitung obat selalu habis. Kami sudah dua kali melakukan pengiriman dari Bangka ke Belitung,” katanya. (kin)