Eddy: Pemda Harus Selesaikan Soal Lahan di Tanjung Kelayang

by -

Kasih foto Eddy Sofyan close up

eddi-sofyan

Investor Sambut Baik KEK Tj Kelayang

TANJUNGPANDAN-Tanggapan positif menyusul disetujuinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang, mulai bermunculan. Salah satunya dari pemilik lahan di kawasan Tanjung Kelayang, Eddy Sofyan yang hingga kini getol memperjuangkan status lahan yang dikelolanya puluhan tahun.

“Saya menyambut baik dan positif atas keputusan pemerintah pusat untuk kemajuan pariwisata Belitung. Dan semua pihak baik investor maupun masyarakat harus memanfaatkan kesempatan emas ini untuk lebih maju,’’ ujar Eddy Sofyan kepada Belitong Ekspres , Kamis (3/3), kemarin.

Menurut Eddy, keputusan KEK Pariwisata sangat bagus, sejauh program KEK yang di dalamnya mengandung unsur pembangunan infrastruktur, benar-benar mendukung sektor kepariwisataan.

“Saya selaku pemilik kawasan yang yang sejak tahun 1990-an berusaha mengambangkan kawasan yang dulunya hutan ini, tentu niatnya untuk membangun pariwisata, meski penuh dengan perjuangan sebagai pemula membangun kawasan wisata yang sekarang sudah berkembang pesat ini,’’ ungkapnya.

Dia mengingatkan, niatan pemerintah dan masyarakat Belitung untuk mengembangkan pariwisata jangan sampai berubah. Sebab, potensi pariwisata yang dimiliki Belitung inilah yang bisa dijual.

“Saya usulkan kepada Pemerintah daerah Belitung agar betul-betul fokus kepada realisasinya. Jangan ada hal-hal yang terkait dengan pendanaan tidak tepat guna dan tidak tepat sasaran,’’ tegasnya.

Mantan pemain sepakbola nasional itu meminta kepada pemerintah daerah untuk lebih berhati-hati dan tidak mengulangi kelemahan di masa lalu mengenai kebijakan lahan di kawasan Tanjung Kelayang.

“Salah satu umpamanya terbitnya sertifikat-sertifikat tanah, padahal kepimikannya tidak jelas. Sementara seperti kami-kami ini pengembang yang kepemilikannya jelas, bertahun-tahun kita ajukan sampai sekarang belum ada realisasinya,’’ keluhanya.

Eddy berpendapat, siapapun investor yang hendak membangun dan mengembangkan kawasan, tentunya harus memiliki kejelasan status lahan. Jadi, sangat tidak mungkin bagi investor membangun di atas lahan yang tak jelas statusnya.

Soal lahan Anda yang dinilai mangkrak? Kata Eddy Sofyan, justeru itu yang hendak dia sampaikan kepada pemerintah agar melihat persoalan tanah di Tanjung Kelayang secara jernih.

“Saya hanya heran, mengapa muncul sertifikat pihak lain, dan ini saya akan telusur benar-benar. Jika perlu akan saya gugat. Karena semestinya ketika hendak membuat sertifikat ada izin dari saya selaku pemilik lahan. Kalo soal menelantarkan, justeru pihak mitra inilah yang hampir 25 tahun tak membangun,’’ ungkap Eddy dengan nada serius.

Dia menambahkan, persoalan lahan harus segera diselesaikan agar pembanguan kawasan ini berjalan sesuai harapan. “Tpai, intinya saya ingin Belitung jadi Bali kedua setelah Bali. Dan KEK yang diperoleh ditambah momentum Gerhana Matahari Total, akan mampu memberikan kontribusi terhadap kemajuan sektor pariwisata Belitong,’’ pungkasnya.(mg/agu)