Era Industri 4.0 Persoalan Anak Muda Akan Lebih Parah

by -
Wakil Bupati Beltim Burhanudin
Wakil Bupati Beltim Burhanudin
iWakil Bupati Beltim Burhanudin
iWakil Bupati Beltim Burhanudin

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Dukungan bagi Kabupaten layak anak harus dimulai dengan identifikasi dan inventarisir masalah di tingkat Desa dan Kecamatan. Sebab kedepan, memasuki era industri 4.0 permasalahan anak akan semakin kompleks.

“Ingat, memasuki era industri 4.0 persoalan anak muda akan lebih parah,” ungkap Wakil Bupati Beltim, Burhanudin, saat menghadiri kegiatan Pengkaderan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (P2ATBM), Selasa (27/8).

Dikatakan Aan, sapaan akrab Wabup, persoalannya adalah orang tua di setiap kampung masih bangga membiarkan anaknya berbuat kesalahan dan membenarkan tanpa ada upaya melakukan punishmen kepada anaknya.

“Sering saya katakan, setiap saya bertemu para orang tua. Pertama adalah membiarkan perilaku anak menjadi salah. Itu saja sudah mencerminkan etika sosial yang salah, harus diselesaikan,” kata Aan.

Ia juga menjelaskan, peran serta stakeholder dalam menciptakan Kabupaten layak anak. Maupun Desa dan Kecamatan yang ramah anak dan perlindungan anak.

Karenanya itu, Aan meminta segera dilakukan inventarisir dan persoalan anak di Desa masing-masing yang selanjutnya dibahas di tingkat Kecamatan untuk dibawa ke Kabupaten. Kemudian menciptakan sinergitas dan koordinasi penanggulangan masalah anak.

Aan mencontohkan, program Kartu Identitas Anak (KIA) yang dijalankan Dinas Dukcapil namun belum sepenuhnya sinkron dengan OPD lain. “Contohnya Dukcapil punya program KTP Anak, tapi sinkron-kah dengan perlindungan anak di Dinas Pendidikan. Bagaimana anak yang tidak sekolah, seharusnya terintegrasi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan anak,” ujar Aan.

Menurut Aan, antar stakeholder harus terintegrasi secara arif dan bijak untuk menyelesaikan masalah anak. Sebab ia menilai, masih banyak masalah sosial tapi tidak terselesaikan.

“Kedepan saya berharap ada Desa yang bebas narkoba. Saat ini Desa Buding jadi pilot project. Jangan biarkan bergerombol tapi tidak dibina. Sebab pembiaran terjadi, pemerintah membiarkan, masyarakat membiarkan,” tutup Aan. (msi)