Erlina Anggraini, Mahasiswa Northeast Normal University, Tak Pernah Pulang Bikin Kangen Masakan Rumah

by -

Gadis yang pernah mengenyam pendidikan di SMAN 1 Pare ini tak menyangka sebelumnya akan menempuh pendidikan di Negeri Tirai Bambu. Kerja keras dan ketekunannya berburu beasiswa ternyata bisa mengantarkan mimpinya menjadi nyata.

Laporan: ASNAWI

“Semoga saja tidak molor. Biar saya bisa segera lulus,” begitu kata gadis yang memiliki nama lengkap Erlina Anggraini kepada Jawa Pos Radar Kediri. Erlina, begitu ia akrab disapa, sedang berupaya untuk menyelesaikan pendidikan masternya di Northeast Normal University yang ada di kota Cangchun, Provinsi Jilin, Tiongkok.

Sebenarnya, Erlina memiliki waktu untuk menyelesaikan pendidikannya itu selama tiga tahun. Namun, dia memilih untuk bisa menyelesaikan masternya lebih cepat. Setidaknya dia memasang target untuk bisa lulus dua tahun, tapi kemungkinan akan molor sedikit lebih lama.

Tentu saja, belajar di negeri Tiongkok tidak diperolehnya dengan begitu saja. Dibutuhkan perjuangan dan kerja keras. Itupun sudah ia mulai sejak masih duduk di bangku SMA. “Bisa belajar dan mengenal lingkungan SMAN 1 Pare merupakan keberuntungan besar dalam hidup saya,” kata gadis kelahiran 1993 itu.

Saat masih duduk di SMAN 1 Pare, dia sudah tertarik untuk belajar ilmu sosial. Dia berhasil masuk ke Smansa Pare dengan jalur khusus, yakni jalur seleksi rapor. Selama belajar di sana, Erlina tertarik dengan ilmu akuntansi, ekonomi, dan geografi.

Satu hal yang masih dia ingat sampai sekarang di masa-masa SMA adalah teman-teman dan guru-gurunya. Menurut dia, selama masih berseragam putih abu-abu, dia beruntung bisa memiliki guru yang friendly. Hal itulah yang membuat dia nyaman belajar. “Kebetulan fasilitasnya juga menunjuang apa yang ingin saya pelajari,” kenang putri pasangan Mohammad Sholeh dan Purwati itu.

Lulus dari SMAN 1 Pare pada 2011, Erlina lantas meneruskan pendidikan S1-nya di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Dia mengambil jurusan tasawuf dan psikoterapi. Memang sudah sejak lama gadis yang suka membaca dan bersepeda tersebut tertarik dengan ilmu psikologi.

Tidak sekadar menempuh pendidikan, ternyata Erlina juga ingin menjadi yang terbaik. Ini dibuktikannya dengan predikat “The Best Thesis” yang berhasil diraih untuk skripsi yang ditulisnya.

Sebenarnya, sejak awal menempuh pendidikan S1, gadis asal Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri ini ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Tujuannya adalah agar dia bisa berguru pada ‘alim cendikia’ yang ada di luar negeri. “Karena itu, saya mulai belajar bahasa Inggris,” katanya.

Begitu lulus dari pendidikan S1-nya, Erlina mencoba untuk meraih mimpinya untuk bisa bersekolah ke luar negeri. Dia pun lantas mulai melamar berbagai beasiswa yang ditawarkan oleh berbagai lembaga, baik swasta maupun pemerintah. Jalan tak begitu saja mulus. Erlina harus mengalami kegagalan beberapa kali.

Namun dia tidak patah arang. Tepat di bulan Agustus 2016, akhirnya penantian yang dia tunggu-tunggu datang. Hari itu, dia mendapatkan email dari ASEAN Unity Network selaku pemberi beasiswa bahwa dia berhak untuk mendapatkan beasiswa. Kali ini dia akan menempuh pendidikan di Northeast Normal University dengan jurusan Developmental and Educational Psychology selama tiga tahun. .”Kaget dan juga bahagia bercampur, saat menerima email tersebut,” ungkap Erlina.

Lantas, apa yang menjadi kunci suksesnya? Erlina memiliki prinsip yang ia sebut sebagai DNA yang merupakan singkatan dari dream n action. Dia tidak pernah berhenti untuk bermimpi dan mewujudkan mimpi itu. “Tentu saja tidak lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan,” sambung perempuan berjilbab ini.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pare Moh. Tohir sangat mengapresiasi prestasi yang sudah diraih Erlina. Dia berharap apa yang sudah diraih oleh Erlina tersebut bisa menjadi inspirasi bagi adik-adik kelasnya di SMAN 1 Pare dan generasi muda lainnya. Terlebih, ini juga sesuai dengan sabda Nabi Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk bisa menuntut ilmu sejauh mungkin, bahkan ke negeri Cina. “Harapannya tentu saja adik-adiknya juga bisa ikut meraih mimpi untuk bersekolah ke luar negeri,” kata Tohir.

Tohir juga sangat mendukung siswa-siswa SMAN 1 Pare untuk terus berprestasi di segala bidang. Pihak sekolah akan terus memfasilitasi apa yang menjadi minat serta cita-cita para siswa.

(rk/*/die/JPR)