Erzaldi: Individu – Individu Silahkan Berdamai, Tapi Tidak Terhadap Pelanggaran Hukum

OYO 399 Kelayang Beach Hotel
Erzaldi: Individu - Individu Silahkan Berdamai, Tapi Tidak Terhadap Pelanggaran Hukum

Gubernur Provinsi Kepualauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman

belitongekspres.co.id, BABEL – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian, saat penertiban tambang ilegal di kawasan Geopark Tanjung Siantu, Belitung, Sabtu (2/11).

“Pertama kita sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian ini. Di saat kewibawaan pemerintah dilululantakan oleh oknum masyarakat yang sudah sangat jelas melanggar hukum,” ujarnya.

Menurut Erzaldi, tragedi penambang ilegal ini sudah mencoreng nilai kearifan lokal masyarakat dan budaya urang melayu. Masyarakat yang selalu ramah, santun, beradab, saling hormat-menghormati, dan kini terkesan menjadi masyarakat yang brutal.

“Masyarakat yang “berani”, masyarakat yang tak lagi menggunakan akal sehatnya,” kata Erzaldi.

Lebih lanjut ia mengatakan, Belitung yang kini tengah membangun wisata bermodalkan alam pantai nan indah, dan masyarakat yang ramah-tamah, tiba-tiba dikejutkan dengan kejadian tersebut.

Baca Juga:  Objek Wisata Baru di Desa Sungai Padang, Today Garden Resmi Dibuka

Ironisnya, kata Erzaldi, hal ini justru terjadi di sentral wisata Belitong. Pantai Siantu adalah bagian dari Pantai Batu Bedil yang kini tengah digadang-gadang menjadi salah satu kawasan Geopark Belitong.

Sepintas, ia melihat warga Sijuk telah menjadi masyarakat wisata. Pola pikir mereka tak lagi berorientasi tambang. Bahkan, banyak di antara warga Sijuk yang mulai merangkak sukses dengan ladang kehidupan yang baru ini.

Lantas orang nomor satu di Bangka Belitung ini bertanya-tanya, siapa yang menjadi biang kerok dari Tragedi Sijuk? “Betulkah mereka “orang Sijok”. Atau apakah mereka warga Belitong? Ini penting dipertanyakan. Jangan sampai Tragedi Sijok merusak citra masyarakat Bangka Belitung yang selalu damai dan penuh silaturahmi, sangat menghargai sesepuh. Apalagi itu Pejabat tinggi pemerintah daerah, sekelas Wagub.

Dan Tragedi Sijuk bukanlah cerminan masyarakat melayu Bangka Belitung. “Untuk itu kita akan tindak tegas, tak ada kata damai terhadap pelanggaran hukum. Dan saya mendengar persoalan ini berujung damai,” kata Erzaldi.

Baca Juga:  PMI Belitung Berhasil Kumpulkan 66 Kantong Darah

Erzaldi tak menampik. Damai bukan tak boleh. Dari sudut pandang individu dengan individu, silahkan berdamai. Tapi tidak terhadap pelanggaran hukum yang sudah dilakukan.

“Ini tetap harus diproses. Pelangarannya sudah sangat jelas. Hutan lindung dirusak, menambang secara ilegal, aset negara dirusak, dan lain-lain,” paparnya.

Kemudian dari berbagai pelanggaran ini, Erzaldi mempertanyakan, aspek mana yang bisa diselesaikan dengan berdamai?

“Kami rasa tidak ada. Tetapi karena mungkin ada perdamian dilakukan, hal ini bersentuhan pada pribadi Abdul Fatah, kalau diartikan seperti itu. Tapi tidak, bila saat itu Abdul Fatah datang dalam kapasitas sebagai Wakil Gubernur yang sedang melaksanakan tugas negara,” pungkasnya.

 

(tim | belitongekspres.co.id)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply