Eskalator Pasar Koba Terindikasi Korupsi Pemkab Diminta Bertanggung Jawab

KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) dinilai harus bertanggung jawab terhadap tidak berfungsinya eskalator di Pasar Modern Koba, Bateng. Apalagi, fasilitas yang dibangun dengan dana 1 miliar lebih dari APBD Bateng ini, terindikasi korupsi.

“Andai ini benar, memang sungguh sangat disayangkan. Kami dari DPRD sering mengingatkan agar semua program yang akan dikerjakan semuanya terencana, terukur serta merupakan skala proritas, tentunya harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Anggota Komisi I DPRD Bateng Maryam, Kamis (13/7).

iklan swissbell

Politisi Demokrat ini menambahkan, pemerintah bukan hanya terkesan lamban dalam perbaikan eksalator tersebut, karena kerusakan hampir satu tahun. “Evaluasi mereka dimana? kita selalu mewanti-wanti mereka bekerja harus prioritas tanpa harus selalu diawasi. Kami DPRD mempersilahkan reskrim dan kejari melakukan pendalaman kasus tersebut, harus kita hormati dan kewenangannya. Apabila ada pelanggaran,  harus siap menerima sanksi, ” tegasnya.

Pengamat Sosial Bateng Andre Rystian mendefinsikan eskalator adalah salah satu sarana penunjang  pasar modern Koba dan seyogyanya eskalator tersebut difungsikan kembali. Untuk itu, kalau ada kerusakan akibat teknis dan non teknis tentunya dinas terkait dapat memperbaikinya karena sudah menjadi hak dari konsumen dan penjual di pasar modern itu sendiri.

Baca Juga:  Puluhan Akun Medsos Terdeteksi Sebar Provokasi Picu Kerusuhan

“Sayang rasanya kalau eskalator yang harganya milyaran hanya menjadi pajangan semata. Kalau makin lama tidak difungsikan ya akan jadi besi buruk. Untuk masalah ada indikasi ke arah pidana korupsi menurut saya diusut saja oleh pihak berwajib. Apakah itu kepolisian atau Kejari Koba. Tetapi yang terpenting adalah mengaktifkan kembali eskalator tersebut,” kata Andre.

Memang benar kata dia, dengan adanya eksalator membuat pasar modern Koba terasa lebih modern, bukan pasar tradisional. Namun dengan kerusakan itu yang hampir ada satu setengah tahun, pemerintah relatif lambat pula melakukan tindakan yang harusnya dilakukan. Maka selayaknya dianggarkan, minimal untuk perbaikan. “Saran saya, segera diperbaiki dan dianggarkan di APBD perubahan. Kalau memang kemampuan keuangan daerah tidak memungkinkan, maka di anggarkan pada APBD tahun 2018. Karena sekali lagi ini tangung jawab pemda bateng, ” ungkap pria yang pernah merasakan study mobility di Negeri Jiran Malaysia tersebut.

Baca Juga:  Puluhan Akun Medsos Terdeteksi Sebar Provokasi Picu Kerusuhan

Sementara, salah seorang pedagang pasar modern, Lina (32) menyayangkan alat tersebut rusak. Pasalnya, dengan rusaknya alat itu cukup berpengaruh kepada niat pembeli untuk naik ke lantai dua untuk berbelanja. “Ekskalator ini kan untuk mempermudah pembeli untuk naik, saat ini semenjak alat itu rusak cukup berpengaruh ke pembeli, mereka terlihat malas untuk naik ke atas,” ujarnya. Lina menyebutkan fungsi ekskalator tersebut sangat penting sebagai alat pengantar pembeli naik ke lantai dua.

Namun, ia mengaku bersyukur jika ada wacana pemindahan pedagang ke bagian belakang pasar. Ia menyebutkan jika pasar tersebut jadi akan banyak pembeli yang datang. “Ya pembeli tidak perlu letih-letih harus naik keatas, selain itu penjual pun bisa lebih terpadu dan teratur,” tutupnya.(dev)

Tags:
author

Author: