Event BPJS Ketenagakerjaan BGISKM 2019 Resmi Digelar

PIC Tanjung Kelayang Larasati Sedyaningsih, Wakil gubernur provinsi kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dan Bupati Belitung Sahani Saleh menabuh hadra menandai dibukanya even BGISKM 2019.

Diikuti 212 Peserta dari 8 Negara

RajaBackLink.com

belitongekspres.co.id, SIJUK – BPJS Ketenagakerjaan Geopark Belitong International stand Up Paddle and Kayak Marathon (BGISKM) 2019 resmi digelar selama beberapa hari ke depan. Kegiatan tersebut berpusat di kawasan Pantai Tanjung Kelayang dari tanggal 2 hingga 4 Agustus 2019.

Event ini dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah di Pantai Kelayang, Belitung, Jumat (2/8). Hadir pada acara pembukaan, Bupati Belitung H Sahani Saleh, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Direktur Utama Perum Jasa Tirta II U Saifudin, pejabat Kementerian Pariwisata, serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan sebagai Title Sponsorship pada event itu sejalan dengan salah satu misi dari institusi dalam mendukung pembangunan dan kemandirian perekonomian nasional.

Menurutnya, event BPJS Ketenagakerjaan BGISKM 2019 ini dilaksanakan di Belitung, karena Negeri Laskar Pelangi merupakan surga olahraga-olahraga pariwisata, terutama stand up paddle dan kayak marathon.

Baca Juga:  Aktivitas Tambang Bukan Masuk HL

“Kebetulan saya juga hobi dan penggiat olahraga stand up paddle ini mencoba olahraga di beberapa negara. Tapi yang saya lihat lautnya tidak ada yang mengalahkan Belitung. Oleh karenanya, yang menjadi motivasi kami ini harus dilaksanakan di Belitung,” katanya.

Dikatakan Agus, dalam menjalankan amanah sebagai badan penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan, pihaknya memiliki misi diantaranya adalah mendukung pembangunan dan kemandirian perekonomian nasional.

“Salah satunya melalui kegiatan Belitung Geopark International Stand Up Paddle Dan Kayak Marathon 2019 ini. Dengan masyarakat dunia harus melihat bahwa Belitung adalah surga olahraga-olahraga pariwisata,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Belitung Sahani Saleh (sanem) mengatakan olahraga air Stand Up Paddle (SUP) and Kayak Marathon Belitung 2019 ini merupakan kegiatan kedua yang dilakukan di Negeri Laskar Pelangi. “Dengan adanya even kedua ini sangat menunjukkan peningkatan dari tahun yang kemarin, dari segi persiapan sudah semakin matang,” ujar Sanem.

Lebih lanjut Sanem mengatakan, perhelatan Stand Up Paddle (SUP) and Kayak Marathon Belitung ini akan secara otomatis mengundang banyak wisatawan nusantara maupun mancanegara yang akan berdatangan ke Belitung.

Baca Juga:  Rusak Terumbu Karang Laut Belitong, 2 Kapal Ini Ganti Rugi Rp35 Miliar

“Pastinya secara otomatis ini akan menaikkan jumlah wisatawan, mulai dari hotel, restoran, dan UKM itu pasti diuntungkan.Dan ini efeknya akan memberikan ekonomi kepada masyarakat,” sebut Sanem.
Oleh sebab itu, dirinya juga menargetkan peserta untuk tahun depan mencapai hingga 300 peserta lomba, dan harus meningkat jauh dari tahun 2019 ini.

“Karena orang kan makin hari makin tertarik, olahraga Stand Up Paddle (SUP) and Kayak Marathon ini kan olahraga yang baru. Nah olahraga yang baru ini lah yang dapat kita kembangkan,” tuturnya.

Ade Satari selaku Ketua penanggung jawab sekaligus Ketua Assosiasi Sea Kayak Indonesia mengungkapkan, pada tahun ini jumlah peserta memang meningkat dibandingkan tahun 2018 lalu. Yaitu totalnya sebanyak 212 peserta dari 8 negara.

Adapun rinciannya 69 peserta lomba Kayak Marathon, 93 peserta Stand Up Paddle (SUP), dan 50 peserta Kano Tradisonal. Diantaranya diikuti oleh peserta dari Malaysia, Singapore, Korea, Newzeland, Kanada dan juga Indonesia.

“Tahun kemarin itu hanya 82 peserta, dan tahun ini meningkat nya lumayan drastis juga, dengan berbagai persiapan dan promosi yang telah kita lakukan,” kata Ade Satari kepada Belitong Ekspres. (dod)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply