FABT Galang Dana untuk Fathir

by -

KELAPA KAMPIT – Penggalangan dana untuk pengobatan Fathir Al Fatih bocoh malang dari Selat Nasik Kabupaten Belitung, yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Jakarta, kini terus bergulir. Kali ini, penggalangan dana untuk bocah yang sakit karena jatuh dari gendongan sang Kakeknya itu, dilakukan Forum Anak Belitung Timur (FABT).
Belasan anggota FABT turun ke jalan melakukan penggalangan dana dengan tema “Koin Untuk Fathir” di seputar Pasar Kelapa Kampit dan sekitarnya, Jumat (3/4) pekan lalu.

Koordinator FABT, Riztia Nilfarisa mengatakan, atas dasar hati untuk menolong sesama dirinya dan tim terpanggil untuk membantu melakukan penggalangan dana pengobatan.
“Atas nama FABT ini saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat Kelapa Kampit atas solidaritas yang luar biasa, untuk turut membantu keluarga kita Fahtir Al Fatih yang kini dirawat di Jakarta. Semoga Fahtir dan keluarganya secepatnya diberikan pertolongan dan kembali berkumpul dengan keluarganya,” ucap Riztia kepada harian ini.

Sementara itu, Ketua Parlemen Anak se Babel, Arini Musfiroh menambahkan penggalangan dana untuk Fathir ini dilakukan bukan hanya digelar di Beltim, tapi juga di daerah se Babel. Ini dilakukan guna menggerakan aksi solidaritas sesama.
Arini berharap sekaligus mewakili anak-anak parlemen dan forum anak lainnya, semoga Fathir segera diberikan yang terbaik. Dan segera mungkin bisa berkempul kembali ceria dengan teman-teman dan juga orangtuanya.
“Kami menyayangi Fathir seperti keluarga kami sendiri, semoga cepat sembuh Fathir,” ucap Arini penuh harapan.
Arini menambahkan, sementara jumlah dana yang sudah terkumpul saat ini sebesar Rp.25.953.200. Penggalangan dana pun masih akan dilakukan baik di setiap Kecamatan dan Kabupaten se Babel.

“Nah kalau sudah terkumpul semua, nanti akan langsung diserahkan ke Orangtua Fathir,” tutup Arini.

Untuk diketahui, Fathir Al Fatih adalah bocah berusia 3 (tiga) tahun, kelahiran Pulau Petaling, Kecamatan Selat Nasik. Saat ini bocah malang itu sedang dirujuk di Jakarta guna mendapatkan perawatan medis.

Musibah berawal dari sang kakek, Saiman (54) yang sedang menggendong bocah laki-laki ini. Saat ingin mengambil mainan pesawat Fathir yang tergantung di dinding ruang tamu, Saiman memutuskan untuk menaiki sofa di bawahnya.

Ternyata niat baik tersebut berbuah petaka. Sofa yang dinaiki Saiman yang tengah menggendong Fathir tiba-tiba terjungkit. Ia hilang keseimbangan dan gendongan pun terlepas. Akibat Fathir pun terhempas di lantai keramik rumahnya. (feb)