Fahrizal Divonis Lebih Ringan

by -

*Hanya 5 Bulan, Suparta 10 bulan Penjara

foto B. Suasana sidang pembacaan vonis Fahrizal-Suparta
Suasana sidang pembacaan vonis fahrizal-saputra

TANJUNGPANDAN-Dua terdakwa kasus penipuan pengurusan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP), Kepala Distamben Beltim Fahrizal dan mantan Kabid Pertambangan Umum Suparta dijatuhi vonis lebih ringan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan.‎

Dalam sidang pembacaan vonis, Selasa (10/3) siang kemarin, Fahrizal hanya dijatuhi hukuman 5 bulan penjara dan Suparta 10 bulan penjara. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa 1 Fahrizal dan terdakwa 2 Suparta, masing-masing selama 1 tahun 6 bulan penjara.

Hakim Ketua Ronald Salnovri mengatakan, kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan pengurusan perpanjangan IUP milik PT MAJU.‎

Terdakwa dijerat Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tentang turut serta melakukan tindak pidana Penipuan. Pasal yang menjerat kedua terdakwa dianggap telah memenuhi unsur tindak pidana tersebut.

Atas perbuatannya itu, hakim menilai terdakwa 1 dan terdakwa 2 telah merugikan korban yang mengeluarkan uang sebesar Rp 120 juta untuk mengurus perpanjangan IUP tersebut.

“Dengan ini mengadili, kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana penipuan,” tegas Ketua Majelis Hakim, Ronald Salnovri didampingi hakim anggota Andri N Partogi dan Ferdinaldo H Bonodikun, pada sidang kemarin.

Sebelum menutup persidangan, ketua majelis hakim juga memberikan hak kepada kedua terdakwa dan pengacara hukum Adystia Sunggara untuk menanggapi putusan tersebut.

Majelis memberikan opsi apakah akan menerima putusan, banding dan pikir-pikir, selama tujuh hari sejak putusan dibacakan. Namun kedua terdakwa dan pengacara sepakat memilih opsi pikir-pikir sebelum putusan dinyatakan punya kekuatan hukum tetap.

Demikian halnya dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menjawab  masih memilih opsi pikir-pikir itu. (yud)