Fahrizal-Suparta Tak Bersalah

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Adystia Anggap Tuntutan JPU Keliru dan Membingungkan

TANJUNGPANDAN – Sidang lanjutan kasus penipuan dengan terdakwa Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Beltim, Fahrizal dan mantan Kabid Pertambangan Umum, Suparta kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan, Selasa (24/2) siang kemarin.

Sidang yang dipimpin ketua Majelis Hakim Ronald Salnovri didampingi hakim anggota Andri N Partogi dan Ferdinaldo H Bonodikun, dengan agenda pembacaan pembelaan (pledoi) kedua terdakwa. Sebelum‎nya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah membacakan rencana tuntutan kedua terdakwa masing-masing dengan hukuman 1,6 tahun penjara. ‎

Fahrizal dan Suparta terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana melawan hukum. Kedua terdakwa kasus penipuan pengurusan perpanjangan IUP milik PT MAJU itu, didakwa dengan pasal 378 jo 55, ayat (1) ke 1 KUHP, turut serta melakukan penipuan.‎

Pada sidang kemarin, Pledoi dibacakan melalui kuasa hukum Adystia Sunggara SH, MH.‎ Ada 14 poin pembelaan berdasarkan analisa dan fakta-fakta yang terungkap selama dalam persidangan berlangsung. Termasuk keterangan sejumlah saksi dan saksi ahli yang meringankan kedua terdakwa.

Baca Juga:  Merayakan Hari Dilan di Bandung, Heboh, Seru

Berdasarkan uraian poin pembelaan dan analisa‎ yuridis formal, kuasa hukum Adystia menyimpulkan kliennya tidak terbukti bersalah dan melakukan tindakan melawan hukum sebagaimana pasal yang didakwakan. Surat tuntutan dianggap telah keliru dan membingungkan kuasa hukum dalam perumusan tuntutan hukum yang dibuat oleh JPU.

Dijelaskan, bahwa orang yang melakukan (pleger) tidak dapat dibuktikan oleh JPU sebagaimana pelaku tindak pidana dimaksud dalam pasal 378 KUHP. Dengan tidak membuktikan orang melakukan penipuan, maka telah membuat keliru surat tuntutan JPU yang menyatakan terdakwa turut serta melakukan penipuan dalam membuktikan dakwaannya.

“Bahwa dari seluruh fakta pemeriksaan persidangan maka atas apa yang didakwakan JPU dihubungkan dengan alat bukti yang bersesuaian dengan fakta persidangan, maka secara jelas kami telah melakukan analisa fakta dan yuridis dalam nota pembelaan,” paparnya.

“Maka atas dasar itu, kami menyimpulkan perbuatan terdakwa bukan lah suatu tindak pidana sebagaimana didakwaan JPU. Kedua terdakwa tidak bersalah. JPU telah menyatakan terdakwa turut melakukan penipuan tanpa ada orang atau subjek hukum yang melakukan penipuan adalah telah keliru dan tidak tepat secara hukum,” sambungnya.

Baca Juga:  Kasus Penganiayaan Anak Segera Disidang

‎Selain itu, baik terdakwa 1 maupun terdakwa 2‎ kata dia, tidak pernah memberikan janji terkait IUP PT MAJU untuk bisa diperpanjang. Keduanya juga tidak pernah menerima uang secara langsung atau pun mendapatkan keuntungan pribadi dari pengurusan IUP tersebut.

Berdasar uraian nota pembelaan yang disampaikan, pihaknya berharap majelis hakim dapat berlaku adil dan melihat kebenaran matril yang sesungguhnya. Serta, dapat menerapkan keadilan dalam memutuskan perkara tersebut.

“Untuk itu kiranya majelis dapat mengadili dan menyatakan kedua terdakwa tidak terbukti bersalah dan meyakinkan tidak bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan JPU. Dan‎ membebaskan segala dakwaan yang didakwaan kepada terdakwa,” menutup pembacaan pledoi pada sidang kemarin.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menanggapi pembelaan tersebut dalam waktu satu minggu kemudian. Sidang ini akan dilanjutkan pada Selasa pekan depan dengan kembali menghadirkan kedua terdakwa. (yud)

Rate this article!
Tags:
author

Author: