Fakta Baru Kasus Pembunuhan di Membalong, Bukan Karena Dendam Utang Bensin, Maryadi Ketahuan Mau Mencuri

by -
Fakta Baru Kasus Pembunuhan di Membalong, Bukan Karena Dendam Utang Bensin, Maryadi Ketahuan Mau Mencuri
Rekontruksi Kasus Pembunuhan di Membalong yang dilakukan Jajaran Polsek Membalong bekerjasama dengan Polres Belitung.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Sebanyak 10 adegan diperagakan oleh Maryadi (22) pelaku pembunuhan dalam rekontruksi yang dilakukan Jajaran Polsek Membalong bekerjasama dengan Polres Belitung, Kamis (6/2/2020). Reka ulang itu dilakukan di salah satu ruangan di Mapolres Belitung.

Dalam rekontruksi kasus yang menyebabkan meninggalnya anggota PPI Kabupaten Belitung Sony Pranata (20) juga dihadiri oleh ibu korban sebagai saksi. Kemudian rekontruksi juga dihadiri oleh penasehat hukum yang ditunjuk tersangka serta pihak Jaksa Kejari Belitung maupun anggota polisi lainnya.

Kanit Reskrim Polsek Membalong Aipda Romansa Adam mengatakan terungkap fakta baru yang didapatkan setelah polisi mendalami kasus yang terjadi pada Minggu (19/1/2020) ini. Katanya, pisau yang digunakan pelaku untuk menusuk Sony di dalam kamarnya itu ternyata milik dari tetangganya.

“Bukan dendam atau hutang setengah liter bensin seperti yang diceritakan pelaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan jadi awalnya, pelaku ini masuk kerumah tetangganya saksi Sania dengan niatan untuk mencuri, namun lantaran tidak mendapatkan hasil, akhirnya pelaku mengambil pisau ini untuk berjaga-jaga,” jelas Aipda Adam.

Selanjutnya, lantaran di rumah yang pertama tidak membuahkan hasil dan hanya mendapatkan sebilah pisau dapur barulah pelaku menuju rumah korban. Karena pintu depan masih terbuka dan langsung masuk kamar paling depan yaitu kamar korban. “Setelah dia masuk ke kamar korban lampu langsung menyala dan korban melihat pelaku ini. Korban sempat teriak memanggil ibunya,” paparnya.

Lantaran pelaku ketahuan oleh korban, pelaku memutuskan untuk menikam korban dengan pisau yang pelaku bawa dengan tangan kiri tersebut. “Jadi pernyataan masalah hutang setengah liter bensin itu hanya karangan tersangka saja. Ternyata niat tersangka ini ingin mencuri cuma ketahuan dengan korban. Itu juga kita (Polsek Membalong) ketahui setelah ada pengakuan dari tetangga yakni saksi Sania bahwa pisau dapur yang digunakan itu punya dia (Sania),” jelasnya.

Berdasarkan hal tersebut untuk sementara, pihak kepolisian menggunakan pasal yaitu premier Pasal 338 KUHP subsider 351 ayat (2) subsider 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Pada pemberitaan sebelumnya, hanya gara-gara utang setengah liter bensin, Maryadi (22) tega menusuk Sony Pranata (20) hingga tewas. Pengakuan tersebut diakui Maryadi warga Dusun Air Kundur Desa Membalong ketika ditemui Belitong Ekspres di Mapolres Belitung, Senin (20/1/2020).

Menurut Ryadi (sapaan Maryadi) ia mengaku sakit hati lantaran ibu korban sering mengumbar dan membicarakan utang yang Rp.4.500 tersebut ke pembeli lainnya, sekitar dua pekan lalu.

Kemudian, rasa sakit hati yang tidak terbendung lagi, tepatnya, Sabtu (18/1/2020) sekitar pukul 23.30 WIB, ia nekat mendatangi rumah korban dan berniat memberi pelajaran kepada ibu korban dalam keadaan pengaruh minuman berakohol. “Ya (mabuk) minum tuak saya,” katanya kepada belitongekspres.co.id.

Kemudian, katanya ia mendatangi rumah korban dengan membawa sebilah pisau dapur yang memang tidak berjauhan dari lokasi rumahnya tersebut. “Pisau yang saya gunakan adalah pisau dapur yang ada di jok motor saya. Biasanya pisau dapur itu digunakan oleh istri saya untuk ngulat (mencari jamur) dihutan,” katanya.

Lebih lanjut, katanya ia masuk kerumah korban melalui pintu depan yang memang sedikit terbuka. Setelah masuk rumah ia langsung menuju kamar korban. “Setelah masuk (kamar korban), dia (korban) bilang ngapain kamu ke sini. Aku tidak banyak omong lagi, langsung aku tusuk pakai tangan kiri (pelaku kidal). Pertama dia tahan menggunakan tangannya dan kena tangannya. Aku tusuk lagi kenalah pinggang belakangnya,” jelas Maryadi.

Namun jelas Maryadi, ia tidak berniat membunuh korban, ia hanya ingin melakukan penganiayaan terhadap anak dari ibu yang mengutanginya bensin tersebut. “Sebenarnya kalau sampai membunuh saya tidak ada niat. Hanya ingin menganiayanya saja. Biar ibu korban tau rasa. Kalau puas saya puas,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolsek Membalong IPTU M Tommy membenarkan hal tersebut. Bahkan ia menambahkan bahwa pelaku ternyata srorang residivis di Polres Beltim. Pelaku sempat menjalani hukuman penjara selama lima bulan di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan atas perbuatan pencurian di wilayah Polsek Jangkang.

“Berdasarkan KTP, pelaku ini penduduk asli situ tapi memang nomaden (berpindah-pindah) kadang-kadang di Belitung Timur. Kebetulan pelaku redivis 362 di Polres Beltim,” kata IPTU M Tommy, Senin (20/1) di Mapolres Belitung.

Tommy menambahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan jaksa untuk menetapkan Pasal 351 ayat (3) KUHP dan kemungkinan akan disubsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Pagi tadi korban dikabarkan meninggal dunia oleh dokter. Jadi kami koordinasi dengan kejaksaan untuk penerapan Pasal dijunctokan atau subsider 338 tapi yang penting 351 ayat (3) sudah masuk,” ungkapnya. (fg6)

Editor: yud