banner 728x90

Festival Titik Temu Belitung Mengusung Konsep Berbeda

Life at ease with amazing nature| Leebong island

Cara Unik Menikmati Keindahan Belitong
Digelar 28-30 Juni di Pantai Gusong Bugis

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Festival Titik Temu Belitung (FTTB) pada 28 – 30 Juni di Pantai Gusong Bugis, Desa Juru Seberang diyakini akan mendongkrak pariwisata Belitung di tingkat Internasional. Dengan mengusung konsep perpaduan antara seni budaya lama dan budaya kontemporer, event tersebut bakal berlangsung meriah.

Oleh sebab itu, bagi pelancong dan wisatawan yang suka berpetualang sembari menikmati keindahan budaya dan pariwisata, bisa datang untuk menikmati sensasi serta kemeriahan Festival di atas lahan konservasi seluas 757 hektar tersebut.

“Yang jelas FTTB ini unik, bukan hanya karena konten acaranya yang dikemas profesional, tetapi cara menyaksikannya juga sangat unik,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Belitung Ir Hermanto kepada Belitong Ekspres, Senin (17/6) kemarin.

Hermanto menjelaskan, untuk panitianya ada EO sendiri dan Dinas Pariwisata (Dispar) Belitung hanya membantu promosi dan beberapa support lainnya. FTTB ini akan digelar pada 28-30 Juni 2019 di Pantai Gusong Bugis HKM Desa Juru Seberang.

“Penonton bisa memilih menonton dari laut melalui perahu atau sampan. Saya Belum pernah mendengar ada konsep pertunjukan yang seperti ini. Tentu, kita berharap event ini akan mendongkrak jumlah wisatawan yang berkunjung ke Belitung di saat kondisi keterpurukan pariwisata Indonesia beberapa bulan terakhir,” pungkasnya.

Sementara itu EO Festival Titik Temu Belitung (FTTB) Linda Samosir saat dikonfirmasi Belitong Ekspres mengatakan, untuk persiapan FTTB 2019 sudah semakin matang. Sebab, pihaknya bekerja secara tim sehingga semua hal dikerjakan secara terukur dan sistematis. Peran serta komunitas serta masyarakat juga mendorong perhelatan ini berjalan semua sesuai rencana.

Lewat informasi yang ditulis oleh awak media kata Linda, juga ikut membantu menarik minat wisatawan, baik itu wisatawan Nusantara maupun mancanegara untuk datang dan menyaksikan festival ini.

Dikatakannya, Belitung adalah daerah yang memiliki sejarah maritim yang cukup melegenda. Di daerah inilah, berbagai kebudayaan bertemu dan saling berinteraksi. Warisan budaya leluhur yang cukup variatif membuat masyarakatnya sangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Nah, itu yang ingin kami angkat kembali dengan memadukannya, dengan budaya masa kini. Bisa dibilang konsepnya adalah perpaduan antara seni budaya lama dan budaya kontemporer,” terangnya.

“Kita tahu, setiap budaya pasti ada perbedaan pandangan, perbedaan persepsi, tetapi kita ingin perbedaan-perbedaan itu, kita cari titik temu sehingga bisa bersatu meskipun berbeda. Jadi, semangat menjaga NKRI, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika itu akan mewarnai FTTB 2019 ini,” ungkapnya.

Linda menambahkan, pihaknya bersama tim ingin menunjukkan kepada masyarakat Internasional, utamanya UNESCO bahwa Belitung ini sudah layak untuk dijadikan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).

Oleh sebab itu, pihaknya memperkenalkan nama festival ini sebagai International Geomaritime Festival. Apalagi, saat penyelenggaraan 30 Juni tersebut, tim UNESCO bertepatan datang meninjau langsung kesiapan Belitung Geopark menjadi UGG.

Selain itu, target FTTB juga untuk memperkenalkan destinasi wisata di Belitung. Utamanya Juru Seberang Geosite, tempat Titik Temu International Geomaritime Festival 2019 ini digelar, guna menjaga dan merawat keindahan kepariwisataan di Indonesia.

“Terima kasih untuk semua pihak, terutama media massa, yang terus antusias untuk membantu menyebarkan informasi soal festival ini. Dan saya berharap lewat FTTB 2019 ini akan bisa menghasilkan titik-titik temu berikutnya. Jadi, ayo semua datang ke Belitung dan nikmati keindahan alamnya karena bakal banyak kejutan-kejutan lainya,” ajaknya. (rez)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply