Figur Jadi Penentu Pilihan Masyarakat Dalam Memilih

OYO 399 Kelayang Beach Hotel
????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

 Dosen Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, Dwi Hariyadi SH, MH ketika memaparkan hasil survei terkait perilaku pemilih di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama KPUD Beltim, di ruang pertemuan Guest Hotel Manggar, Kamis (23/7) kemarin.

MANGGAR – Mengenal figur calon Kepala daerah adalah menjadi penentu pilihan bagi masyarakat pemilih. Persentase figur menempati posisi teratas dari beberapa pilihan jawaban atas pertanyaan jika Pilkada digelar hari ini. Sisanya, pilihan atas calon berdasarkan partai politik pengusung.
“Faktor paling mempengaruhi adalah figur sebesar 86 persen dan sisanya Parpol sebesar 14 persen. Jika dikategorikan menjadi Kota dan Desa, memilih berdasarkan figur (masyarakat) kota mencapai 87 persen dan Desa mencapai 79 persen,” ungkap Dosen Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, Dwi Hariyadi SH, MH ketika memaparkan hasil survei terkait perilaku pemilih di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Kamis (23/7) kemarin.
Meski demikian, diakuinya, hasil survei yang dipublikasikan dihadapan peserta Focus Group Discussion (FGD) bersama KPUD Beltim, perlu mendapat masukan sebagai upaya perbaikan dan peningkatan partisipasi pemilih.
“Hasil survei ini melibatkan 270 responden yang disebar di empat Kecamatan sebagai sampel. Diantaranya Kecamatan Manggar, Gantung, Simpang Renggiang dan Damar. Survei dilakukan tanggal 1 hingga 12 Juni lalu,” kata Dwi.
Sementara itu, anggota KPUD Beltim, Suro Mampan Siregar menyambut baik hasil survei yang dilakukan. Karenanya, KPUD memang mengadakan kegiatan FGD yang mengupas korelasi perilaku pemilih, pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum.
“Ini dilakukan untuk membahas hasil survei tim yang di koordinatori Dwi Hariyadi, Dosen Hukum UBB. Ini memang tidak berkaitan langsung dengan UBB, tetapi apa yang dilakukan pak Dwi akan menjadi masukan bagi kami (KPU) dan akan kita sampaikan ke pusat,” ungkap Suro, Kamis (23/7) kemarin.
Mengenai peserta undangan FGD, Suro mengatakan KPU sengaja melibatkan banyak unsur. Diantaranya darma wanita, tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, Pokja wartawan, Panwas dan satuan kerja terkait.
“Kaitannya, dengan mereka-mereka ini terkait perilaku pemilih. Contohnya Dinas Pendidikan berkaitan dengan pendidikan pemilih dan pemilih pemula. Dinas Catatan Sipil (Capil) tentang kependudukan. Unsur lainnya, kita berharap mereka yang merasakan mengetahui situasi sekelilingnya,” jelas Suro.
Dengan adanya FGD, ditujukan juga menjadi bagian dari kegiatan pendidikan pemilih agar meningkatkan partisipasi pemilih, riset tentang perilaku pemilih. Termasuk adanya koreksi-koreksi dan masukan yang diperlukan.
“Bisa menjadi evaluasi bagi penyelenggara. Selain itu, bisa menyusun, mengatur strategi. Seperti cara-cara meningkatkan partisipasi pemilih,” pungkasnya. (feb)

Baca Juga:  Pembangunan 2 Jembatan di Beltim Dipastikan Rampung Pada Tahun Ini
Tags:
author

Author: