Forum Ilmiah Guru

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

Sabarudin, M.Pd*

Profesi guru dimasa sekarang sudah menjadi primadona walaupun bukan yang masih bukan yang utama. Ini terbukti dari atensi yang begitu tinggi dari lulusan SMA/SMK untuk memasuki LPTK setiap tahunnya, walaupun belum ada penelitian khusus yang menyebutkan apakah yang memasuki LPTK tersebut merupakan siswa-siswa yang unggul dan terbaik. Begitu banyak pujian yang disematkan kepada profesi guru Guru dianggap pahlawan tanpa tanda jasa, Guru bak pelita penerang dalam kegelapan, guru di gugu dan ditiru dan masih banyak lagi pujian-pujian mulia untuk guru.

Peran dunia pendidikan memasuki dunia era tanpa batas semakin penting karena menunjang pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Kualitas pendidik di era kompetitif ditentukan oleh kemampuan pendidik untuk mengaktualisasikan dan mengoptimalkan potensi mental dan intelektual yang dimilikinya untuk memberikan bekal kepada peserta didik untuk bertindak, belajar dan mengatur masa depannya sendiri secara aktif dan mandiri. Dalam hal ini peran pendidik sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal dan efektif

Kita punya masalah dan tantangan dalam membangun bangsa, dan tantangan dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah “MUTU”. Masalah mutu pendidikan bersinggungan langsung dengan masalah “GURU”. Salah satu masalah urgen yang harus segera di atasi dan diantisipasi adalah masalah Need Of Achievement (keinginan untuk berprestasi) yang sangat rendah dan tidak adanya kemauan untuk berubah. Oleh karena itu membentuk guru professional harus secara sistematis bukan secara kebetulan. Kelemahan lainnya adalah rendahnya kemauan dan kesadaran guru untuk menulis, baik dalam bentuk fiksi maupun ilmiah. Karena untuk menulis yang baik diperlukan wawasan yang luas dan hal itu akan terwujud jika guru rajin membaca dan terus belajar. Hal ini mungkin saja disebabkan oleh keenggangan guru untuk membaca dan belajar. Guru terlalu “Pede” akan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimilikinya, padahal kita tahu semua bahwa dengan derasnya arus globalisasi dan informasi perkembangan IPTEK tidak terbendung lagi, maka di tuntut guru yang selalu belajar , belajar dan belajar.Artinya guru sentiasa harus “UPDATE dan UPGRADE” dirinya.

Baca Juga:  PERAN PENDIDIKAN DALAM MENYONGSONG ERA REVOLUSI 4.0

Forum Ilmiah Guru menjadi alasan yang strategis untuk berbagi pengalaman terbaik dari guru, kepala sekolah maupun pengawas dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan disekolah dan menambah wawasan mengenai peran strategis guru untuk membangun karakter bangsa menuju guru abad 21. Forum Ilmiah Guru digagas dengan pemikiran bahwa tugas dan peran guru masa depan tidak hanya dalam bentuk mendidik, mengajar, melatih, membimbing mengarahkan, menilai dan mengevaluasi peserta didik semata tetapi jauh lebih dari itu peran;

nya di masa akan datang. Profil guru abad 21 menekankan pada budaya meneliti, menulis, diskusi, menguasai bahasa Asing, TIK serta memiliki sikap kreatif, adaftik, inovatif, demokratis, tegas, peduli dan bertanggung jawab disamping tugas yang telah ada.

Forum Ilmiah Guru diharapkan dapat menjembati keinginan untuk menciptakan profil ideal guru kedepannya. Adalah suatu keniscayaan keinginan untuk meningkatkan mutu pendidikan tanpa disertai dengan peningkatan kualitas dan mutu guru. Mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dengan tegas mengkritik kinerja guru. “Saya ingin memberi koreksi, terkait banyak yang lulus sertifikasi, akibatnya banyak yang sudah terima tunjangan profesi dan khusus dengan demikian  kesejahteraan mereka pun meningkat, tapi saya masih mendapat masukan, kinerja mereka ternyata belum berubah,” ( Pidato di acara Upacara Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 66 tahun   di sentul International Convention Center Bogor Rabu (30/11/2011)

Pernyataan Mantan Presiden SBY ini dapat dijadikan sebagai momentum kebangkitan kualitas dan kinerja guru di Indonesia, Para guru tidak perlu marah dan kebakaran jenggot tapi ini sebagai koreksi atas apa yang sudah kita perbuat selama ini. Masih banyak guru di Indonesia yang berkualitas walaupun disisi lain guru yang perlu ditingkatkan kulitasnya masih jauh lebih banyak. Tantangan dunia pendidikan kedepan semakin kompleks.diperlukan guru hebat dan berkualitas untuk mewujudkan pendidikan yang unggul dan kompetitif.

Profesi guru adalah profesi mulia. Jadilah guru yang bukan hanya mengajar apa dan bagaimana, tetapi siswa belajar apa dan bagaimana dia belajar. Intinya mutu/kualitas pendidikan akan dapat meningkat dan berhasil jika semua kebutuhan guru untuk mengajar dipenuhi dan kebutuhan siswa untuk belajar terpenuhi baik secara fisik maupun psikis. Kita harus berubah dengan menguasai learning paradigm yaitu learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together dengan membudayakan meneliti, menulis dan senatiasa belajar, belajar dan belajar. Karena lama mengajar dan banyak ikut seminar dan pelatihan tidak akan merubah kompetensi, yang penting adalah tindak lanjut yang konsisten dan nyata.

Baca Juga:  Tantangan Bonus Demografi di Bangka Belitung

Lama mengajar (masa kerja) adalah adalah milik semua orang tetapi pengalaman kerja adalah hal-hal yang berhubungan dengan prestasi kerja. Kita harus fokus pada peningkatan mutu karena tidak ada “jalan pintas” untuk mutu, diperlukan revolusi cara belajar dan mengajar yang mungkin dapat terwujud dengan guru yang cemerlang dan yang mampu menginspirasi. Sekarang kita memasuki era serba cerdas dan serba pintar. Tetapi acapkali kita mengabaikan hal ini. Dunia pendidikan akan bergerak maju jika adanya sharing and growing together (Berbagi dan tumbuh bersama) antara komponen pendidikan.

Indonesia tidak ada masalah jika berbicara tentang potensi, termasuk potensi SDA dan SDM. tetapi kita mempunyai masalah besar jika berbicara bagaimana mendayagunakan potensi yang ada untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Sampai saat ini, pendidikan di Indonesia masih terpuruk. Merupakan suatu pekerjaan yang berat untuk mengangkat kembali kemajuan di bidang pendidikan. Ditengah krisis multi dimensi, pendidikan seakan tidak berdaya menghadapinya. Pendidikan telah mandek dan beku dalam gundukan es. Proses pembelajaran di dunia pendidikan kita seharusnya dapat memberikan ruang untuk mengoptimalkan kebebasan berpikir.

Forum Ilmiah Guru dibutuhkan bagi guru, kepala sekolah dan pengawas untuk bertemu bertukar pikiran dan saling membagi pengalaman dalam meningkatkan kualitas dan kinerja guru di Indonesia. Mari bergabung dan berkreativitas dalam Forum Ilmiah Guru demi terwujudnya SDM Indonesia yang memiliki pengetahuan, kemampuan, karakter/kepribadian yang unggul dan berdaya saing tinggi sehigga kita bisa leading dan kompetitif dalam persaingan global..

*)( Kepala SMA 1 Gantung.

 

Rate this article!
Forum Ilmiah Guru,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: