Fotografer Babel Kecam Kapal Isap di Pantai Penyusuk

by -

/// Tarmizi Ngaku Izin Keluar Sebelum Dirinya Menjabat

FOTOGRAFER se-Bangka Belitung (Babel), mengecam keras kehadiran kapal isap dan kapal keruk di Pantai Penyusuk di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Selasa (8/9) kemarin. Keindahan laut biru dan ekosistem yang ada di sekitaran pulau Putri dan pulau Lampu, kini kian terancam dengan mafia inventasi timah.
Begitulah pernyataan berikut foto yang disampaikan salah satu pendiri Fotografer Bangka Belitung Islands (FBI) dengan akun Yudi Noviandi ‘Sulthan Muda’. Dalam foto yang ditandai #SAVEPULAUPUTRI di salah satu media sosial, mampu mencapai 217 Like dengan komentar sebanyak 63 dan telah di-Share oleh 205 netizen.
Foto yang disampaikan oleh akun Yudi Noviandi dengan dibubuhi “Jangan biarkan para mafia investasi timah merusak lautnya yang biru. Dulu kami Upload keindahan pulaunya, wal hasil sekarang sudah ramai pengunjungnya. Tapi sekarang dia terancam, sekarang dia (pantai Penyusuk) dikelilingi kematian, kehancuran, akankah dapat bertahan pantai penyusuk dan pulau Putri. Semoga masih ada yang perduli,” ujar Yudi.
Foto disertai caption yang melukai keindahan alam Bangka tersebut, langsung mendapat tanggapan serius dan di-Share oleh 205 netizen. Berbagai komentar menyesalkan dampak kerusakan yang akan ditimbulkan oleh kapal isap dan kapal keruk tersebut, sangat dirasakan para pelaku wisata, salah satunya dibidang seni fotografi.
Netizen lainnya yakni Nita Amar berkomentar dan sangat menyesalkan kehadiran kapal isap dan kapal keruk. “Haduh haduh bagaimana ini, habislah sudah pantai kita. Bukannya jadi devisa untuk pariwisata malah bakal jadi pencemaran keindahan pulau Bangka,” tulis Nita Amar.
Muhammad Zarudi salah satu netizen lainnya mengomentari agar persoalan tersebut, dapat diketahui oleh Presiden RI Joko Widodo. “Share ke Presiden Joko WIdodo,” katanya.
Netizen lainnya yakni dengan akun Kampoeng JomBlo mempertanyakan para pengambil kebijakan yakni Bupati Bangka. “Kpan ok kek dpat bupati tegas n brani tuk mmbela rakyat nie. Kdulu jadi pulau mati emang bangka nie. Ade pemimpin tp kita nie sebasing e kyak dak pnya pemimpin. Hoho,” tulisnya.
Netizan Detektif Young justru lebih buka-bukaan agar pemimpin di Kabupaten Bangka dapat segera menyelesaikan masalah. “Kapal isap emg mesti diusir dr kep.Babel hanya menguntungkan sepihak,,,, air laut jadi kebut alias butek, ikan makin hbs, trumbu rusak… Tunggu apalagi bu menteri susi tlg ditindak….,”tuturnya.
Akun Tedy Oki Saputra Regensi berkomentar agar Wakil Gubernur Kepulauan Babel juga diharapkan dapat melihat langsung ke pantai Penyusuk.”Alhamdulillah kmren msyarakat matras lbih dri 80% menolak…Mnding sosialisasi dlu kek msyarakat e… Matras kmren juga mcemtula… Tpi susah jika pemimpin slalu smbunyi di balik kslahan pemimpin trdahulu… Tugas pemimpin kan mewarisi sgala kbaikan dan keburukan pemimpin trdahulu… Bukan mala edisi cuci tangan … Bnar bukan?? Jangan slalu main aman pak bupati bangka… Sdikit tgas layaknya gub dki… Ku neg bpak wkil gubernur mampir di sini…
Bpak hidayat arsani…. Bisa mampir pak???” tutur Tedy.
Namun yang justru mencengangkan adanya pernyataan oleh salah satu netizen dengan akun Daddi Syahbana. Ia berkomentar, mau roboh atau tidak, dihambur duit pasti semuanya diam. “Neg rubo ge rubo men ikak ge di ambur kek duit diam,” kata netizen Daddi Syahbana.
Menanggapi hal itu, Bupati Bangka Tarmizi H Saat dengan akunnya yaitu Tarmizi Saat menyampaikan, bahwa ia juga kebingungan mau menjawab apa ke masyarakat. Alasannya izin kapal isap dan kapal keruk tersebut, diberikan sebelum ia menjabat sebagai Bupati dan masyarakat menyetujuinya. ” Mau jwb apa. Izin sebelum sy jd bupati dn masy menetujui,” ujar Tarmizi.
Ia pun mengakui bahwa tidak mampu dan bukan hal sepele guna menyelesaikan persoalan tersebut. “Bangka induk ni iup tambang 10 thn terakhir lbh dr 100 izin. Baik darat maupun laut. Mslhnya tdk gampang dn tdk sepele krn yg punya bertaji tajam. Mk sbg bupati sy hrs integral komprehensif menyelesai mslh bubur panas ini. Krn menyangkut pejabat2 semua dn orang2 berduit. Oleh krn itu tdk bisa instan dnprofokatip hrs benar2 arif bijaksana. Maksud sy semua pasti paham,” imbuh Tarmizi seraya menambahkan,  “Ko buat surat ke gub. Tni. Polri. Lanal utk cek dn mohon ke gub utk digeser jauh dr p. Putri jg nelayan diajak,” tulisnya lagi.
Diakhir komentar, si pembuat posting Yudi Noviandi menyampaikan agar surat yang bakal dikeluarkan oleh Tarmizi, hendaknya disampaikan kepada publik. “pak Tarmizi Saat trims pak, boleh dilampirkan surat tersebut jika berkenan. biar temen2 py bahan lebih untuk maju,” pungkas Yudi.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Babel yang juga legislator Dapil (Daerah Pemilihan) Kabupaten Bangka Deddy Yulianto menuturkan, agar Bupati Bangka segera mengambil kebijakan, agar objek pariwisata dan juga ekositem yang ada tidak rusak dan dapat terjaga, “Apoapun ceritanya, Bupati sebagai pemimpin di kabupaten di wilayahnya sendiri, dapat bertanggungjawab atas kejadian ini. Jangan sampai objek wisata rusak begitu juga ekosistemnya,” tegas Deddy.
Ia pun menyarankan, agar Bupati Bangka segera menyurati perusahaan yang memiliki kapal isap dan kapal keruk, agar tidak merusak objek wisata dan ekosistem yang ada. “Dikomunikasikan dan disurati baik-baik dulu, agar jangan sampai merusak objek wisata yang sudah dipromosikan kawan-kawan fotografer dan juga pelaku wisata lainnya. Marilah kita sama-sama menjaga daerah kita. Harus dicari solusinya, bukan kita menghalangi investasi, silahkan berinvestasi dan melakukan aktivitas pertambangan sesuai dengan ijin dan prosedur yang ada, tapi jangan pernah merusak objek wisata dan ekosistem yang ada,”tukasnya.(rel)