Fuel Card Mulai Berlaku di SPBU Beltim

by -
Fuel Card Mulai Berlaku di SPBU Beltim
Pengguna fuel card di SPBU Sungai Manggar menunjukkan kartu yang digunakan untuk membeli solar bersubsidi, Rabu (11/12).

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Penerapan penggunaan fuel card untuk bahan bakar bersubsidi jenis solar mulai diberlakukan di Kabupaten Beltim, Rabu (11/12) kemarin. Pemberlakuan fuel card dipantau langsung oleh UPT Bakuda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung wilayah Belitung Timur.

“Jadi ini (penerapan fuel card) menjawab kesusahan mereka untuk mendapatkan solar bersubsidi. Tadi saya sempat interview ke beberapa pemilik kendaraan bahwa selama ini kalau siang sedikit mereka sudah dapatnya (solar),” ungkap Kepala UPT Bakuda wilayah Beltim, Alexander Ikhsan kepada belitongekspres.co.id.

Alex sapaan akrabnya menyatakan penerapan fuel card pada awalnya memang belum terbiasa tapi seiring berjalan waktu diyakini bisa berjalan dengan baik.

“Contohnya seperti yang telah berjalan di Batam, ternyata bisa berjalan dengan baik,” kata Alex.

Penerapan fuel card, ujar Alex, merupakan ketetapan berdasarkan edaran Gubernur. Sehingga pihak SPBU harus pula mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Jadi ketika sore hari pun ada yang mau beli solar subsidi, tetap masih tersedia (di SPBU),” jelas Alex.

Menurut Alex, masyarakat tidak perlu merasa risih dengan penerapan fuel card di SPBU. Sebab tujuan utama penerapan adalah tata kelola bahan bakar bersubsidi yang tepat sasaran.

“Intinya ini untuk kita semua, biar tata kelola solar subsidi bisa bagus. Ingat subsidi yang diberikan besar, di media nasional satu liter (subsidi) Rp. 2.500,- dan tidak tahu sekarang apakah ada kemungkinan naik lagi,” ujar Alex.

“Jadi harus tepat sasaran karena ini menyangkut duit kita semua, dan itu juga untuk menyelamatkan mereka-mereka yang berhak atas subsidi, mereka dapat. Sebagaimana sekarang kadang-kadang tidak dapat,” sambungnya.

Alex juga menjelaskan keuntungan penerapan fuel card yakni harga bayar dengan bahan bakar yang didapat pembeli, sama nilainya.

“Untuk cashless, kalau mereka itu beli 20 liter sekitar Rp.103ribu, itu akan sesuai banyaknya. Kabarnya selama ini, ketika beli 20 liter banyaknya tidak sama (bayarnya). Tapi dengan sistem ini, tidak bisa. Kalau bayar Rp. 103 ribu, ya dapat segitu,” terang Alex.

 

Editor: Subrata
Reporter: Muchlis Ilham