Gagahi Anak Kandung Hingga Hamil 3 Bulan

by -

SUNGAILIAT – Bejat. Ungkapan itu barang kali layak diberikan kepada Herman (45). Pria pendatang asal Lampung yang tinggal di lingkungan Jelitik ini tega menyetubuhi anak kandungnya hingga hamil 3 bulan. Aksi tersebut dilakukan Herman pada tahun 2013 silam tanpa diketahui istrinya, Ro (30).
Kepada sejumlah wartawan, Herman mengakui semua perbuatannya. Katanya, kejadian tersebut terjadi pada Agustus 2013 lalu pada saat Herman beserta istri dan anak pertamanya yang berinisial Rd (20) masih tinggal di Lampung. Selama 3 tahun tanpa diketahui oleh istrinya, bapak yang sudah memiliki 7 orang anak ini melampiaskan nafsu bejatnya kepada anak kandungnya.
Mirisnya, keperawanan sang anak saat itu diambil oleh Herman. Namun Herman mengaku persetubuhan yang ia lakukan dengan anak kandungnya atas dasar suka sama suka. “Saat pertama kali saya ajak main, dia mau. Waktu itu saya bilang begini, ‘ayo nak kita main. Kamu layani bapak ya dan jangan bilang siapa-siapa’,” kata Herman yang saat di terbaring di ruang GarudaRSUD Sungailiat lantaran mengalami penyakit paru-paru.
Dengan tangan terborgol dan dijaga beberapa orang anggota Kepolisian dari Polres Bangka, Herman melanjutkan, jika persetubuhan itu terus ia lakukan kepada anaknya dengan berbagai macam gaya. Persetubuhan tersebut kerap ia lakukan didalam rumah. “Lupa berapa kali kami main. Tapi dulu pertama kali dilakukan di Lampung tepatnya di rumah. Ada didalam kamar hingga di dapur. Kapan saya ajak, dia mau. Kapan ada kesempatan, kita main tanpa diketahui istri saya,” ceritanya.
Herman berdalih melakukan persetubuhan kepada anaknya bukan karena tergiur dengan kemolekan tubuh anaknya. Akan tetapi ia melakukan hal tersebut lantaran ia tak ingin anaknya pergi keluar rumah dan di pacari oleh orang lain. “Saya melakukan itu karena tidak mau anak saya keluyuran. Dan saya tidak mau kehilangan anak,” dalihnya.
Sambungnya, persetubuhan itu terus berlanjut hingga mereka tinggal di Jelitik, Sungailiat. Mirisnya, hal tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan istri dan anaknya yang lain. Buntut dari persetubuhan yang dilakukan Herman berbuah benih yang menyebabkan anaknya hamil 3 bulan. Namun sepandai-pandai Herman menyimpan semua itu, akhirnyas emua itu terkuak juga. Hal tersebut terkuak tepatnya pada tanggal 6 April 2015. Saat ini Herman harus mendapat perawatan medis lantaran sakit paru-paru yang ia alami. Dengan kondisi tangan dan kaki diborgol di ranjang rumah sakit, Herman tak dapat berbuat banyak. Dirinya dikawali 3 orang anggota kepolisian saat menjalani perawatan. “Saya rela harus dihukum
berapa lama pun dan saya meminta maaf kepada keluarga saya. Setelah saya tahu anak saya hamil. Perasaan ini seperti hancur,” akunya.
Rd yang selama ini mendapat ancaman akan dibunuh oleh ayah kandungnya, akhirnya nekat bersuara. Ia pun mendatangi Mapolres Bangka guna mengadukan nasibnya yang selama ini menjadi santapan sang ayah kandung hingga ia harus mengandung 3 bulan. Kasat reskrim, AKP. Agus Arif Wijayanto, SH, S.Ik saat dikonfirmasi sejumlah wartawan Selasa (7/4) kemarin membenarkan pihaknya mengamankan tersangka pelaku kekerasan seksual di dalam lingkup keluarga.
Menurut Kasat sesuai LP/B-372/IV/2015/Babel/Res Bangka, pihaknya langsung mengamankan tersangka Her Senin (6/4) pagi kemarin setelah mendapat laporan dari korban yang tak lain adalah anaknya yang mendatangi Mapolres Bangka Minggu malam (5/4) kemarin. “Anak tersangka yang juga menjadi korban melaporkan ayahnya. Dan dia diketahui sudah hamil 3 bulan. Dari laporan tersebut Senin kemarin kita amankan Her tanpa perlawanan,” jelasnya.
Menurut Kasat, tersangka Herman melakukan aksinya sejak korban masih terhitung anak dibawah umur hingga saat ini berusia 20 tahun. “Korban mengaku selama beberapa tahun ke belakang ini sudah diperkosa. Jadi perbuatan ini dilakukan sejak Rd masih dibawah umur masih 17 tahun,” jelasnya kembali. Menurut kasat, sejauh ini belum ada korban
lainnya yang dilampiaskan Her. Namun atas laporan Rd, kini Herman terancam pasal 46 Undang Undang KDRT tentang Kekerasan Seksual dalam Lingkup Keluarga dengan ancaman 12 tahun penjara. “Keluarganya shock, terlebih
Ibu kandungnya. Hingga diamankan dan tersangka dirawat di RSUD tidak ada satu pun keluarga tersangka yang datang membesuk. Mungkin karena kecewa atas perbuatannya,” jelas Agus.(rif)