Gagal Nyaleg, Pajri Tetap Usaha Angkat Potensi Daerah

Pajri mengenalkan produk lada dalam kemasan 20 gram, yang dibandrol, Rp 10.000.

Pajri mengenalkan produk lada dalam kemasan 20 gram, yang dibandrol, Rp 10.000.

Tawarkan Produk Lada Kemasan

RajaBackLink.com

belitongekspres.co.id, GANTUNG – Pajri, warga Desa Batu Penyu Kecamatan Gantung terus berinovasi demi mengembangkan potensi daerah. Yaitu, berusaha memajukan sektor pertanian di Kabupaten Beltim dengan menawarkan produk lada kemasan.

Meskipun sempat gagal nyaleg di Pemilu 2019 yang lalu, pemuda kelahiran 30 agustus 1978 itu terus berupaya untuk mengangkat potensi dan memajukan produk dari hasil petani lada yang ada di Beltim.

“Mengingat di Babel bertani lada sangat layak dikembangkan, sesuai dengan potensi yang ada, cara meningkatkan harga lada yaitu dengan cara pengolahan yang sederhana,” tutur Pajri kepada wartawan, Rabu (26/6) kemarin.

Baca Juga:  Atasi Harga Lada, Distan Beltim Berencana Bentuk Koperasi Petani

Di balik nilai ekonomi, Pajri mengajak para aktivis dan pengusaha Beltim maupun Belitung untuk turut menawarkan dan berupaya mengangkat produk lada masyarakat petani di Pulau Belitung.

“Dalam hal ini saya bekerjasama dengan pihak PT SMM turut serta menawarkan produk hasil pengolahan lada yang sudah jadi tepung baik dalam bentuk kemasan sachet ataupun botol,” kata Pajri.

Baca Juga:  Sistem Padi Ladang Mulai Ditinggalkan, Tapi...

Menurut Pajri, lada yang sudah diolah perbotol maupun yang dikemas dalam bentuk sachet harganya sudah ditentukan. Harga per botol berat 50 gram, Rp 15.000, sedangkan untuk yang kemasan sachet 20 gram Rp 10.000.

Terkait pekerjaan yang sudah ditekuni sejak setahun terakhir, Pajri berharap ke depannya ada dukungan pemodal dan kerjasama dalam bentuk besar. Sehingga harga lada tidak dimonopoli oleh para tengkulak.

“Saya juga berterima kasih kepada beberapa aktifis yang sudah ikut serta menawarkan produk tepung ladanya. Karena memang dari penghasilan itulah jadi penghasilan buat keluarga dan diriku untuk saat ini,” tandasnya. (dny)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply