Gaji Guru Honorer Ditanggung APBD & BOS

by -

* Narwanto: Gaji Guru Kelas dari APBD, Guru Mata Pelajaran dari BOS

TOBOALI — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bangka Selatan menyatakan gaji para guru honorer atau Guru Tidak Tetap (GTT) yang mengajar di Sekolah Dasar (SD), maupun di Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat kabupaten setempat, melalui APBD dan Biaya Operasional Sekolah (BOS).

“Untuk gaji guru honorer ada yang dibayar melalui APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) dan BOS (Biaya Operasional Sekolah). Hal ini telah diatur sesuai dengan mekanisme yang ada,” kata Kepala Disdikbud Basel, Narwanto kepada Babel Pos, Jumat (24/3).

Menurut Narwanto untuk mengalihkan gaji guru honorer dari BOS ke APBD itu ada proses dan mekanismenya. “Memang ada 2 hal yang berkaitan dengan gaji guru honorer ini, pertama ada yang dibayar melalui APBD dan BOS masing-masing sekolah. Hal ini yang dipertanyakan oleh para guru honorer. Tapi tidak ketemu dengan saya, karena tadi pagi (kemarin_red) saya ada tugas ke gedung nasional Toboali untuk menututp acara workshop kesenian. Guru honorer yang mengajar di SD yang datang ke kantor dinas pendidikan mempertanyakan hal itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, gaji guru honorer yang dibayar melalui APBD maupun BOS itu sudah ada standarnya. Guru honorer yang mengajar di SD satuannya itu guru kelas, sedangkan guru honorer yang mengajar di SMP satuannya mata pelajaran.

“Ada standarnya guru honorer yang mengajar di SD dan SMP baik yang gajinya dibayar melalui APBD, maupun BOS, jadi tidak serta-merta yang dari BOS dialihkan ke APBD. Tapi harus dikaji dulu, kita evaluasi dulu sejauh mana urgensinya itu, jangan sampai nanti kita alihkan dananya tidak tersedia,” ujarnya.

Perbedaan antara gaji guru honorer yang dibayar melalui BOS dan APBD, lanjut Narwanto, kalau gaji guru honorer yang dibayar melalui BOS aturannya sesuai dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) nomor 8 tahun 2017, bahwa setiap sekolah bisa mengalokasikan anggaran BOS untuk belanja pegawai dalam hal ini honorer baik pegawai maupun guru sebesar 15 persen maksimalnya.

“Guru honorer, mata pelajaran dibayar dari BOS Rp 55 ribu perjamnya, satuannya perminggu berapa jam perminggu, sedangkan untuk guru kelas Rp 2 juta perbulannya yang dibayar melalui APBD,” jelas Narwanto menambahkan untuk memenuhi kekurangan guru kelas dan guru mata pelajaran di masing-masing sekolah negeri dapat diangkat guru tidak tetap (GTT). Tapi dalam pengangkatannya itu harus selektif dan memenuhi persyaratan berkualifikasi strata 1 (S1).

“Harus selektif, memenuhi persyaratan berkualifikasi S1, memiliki kompetensi dan harus diperhatikan ketersediaan anggaran untuk memberikan honor (Gaji) baik dari APBD atau BOS, jika di sekolah tidak tersedia anggaran tidak dapat mengangkat guru honorer,” tuturnya.(tom)