Gara-Gara Bensin? Pemilik Warung di Membalong Tewas Terbakar

by -
Gara-Gara Bensin? Pemilik Warung di Membalong Tewas Terbakar
Polisi bersama unsur TNI saat melakukan evakuasi di lokasi kejadian. (ist)

belitongekspres.co.id, MEMBALONG – Sebuah rumah yang juga warung kelontong di kawasan Dusun Ujung Gersik, Desa Membalong, Rabu (10/3) sore terbakar. Namun belum diketahui secara pasti penyebab utama terbakar warung yang menjual bensin dan LPG 3 Kg tersebut.

Namun, akibat peristiwa kebakaran itu seorang wanita pemilik rumah Yulianti (31) meninggal dunia usai mengalami luka bakar yang cukup serius di seluruh tubuhnya. Selain itu, ibu korban Sipina (54) juga mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan dan kaki setelah berusaha menolong anaknya. Beruntung nyawa Sipina dapat terselamatkan.

Kepada Belitong Ekspres, Kapolsek Membalong AKP Karyadi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan pasca terjadinya peristiwa kebakaran di rumah (toko kelontong) yang ada di Kecamatan Membalong.

“Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.05 WIB. Saat itu ibu korban mendengarkan anaknya meminta tolong, lantaran terjadinya kebakaran. Lalu ibunya datang ke belakang rumahnya dan berusaha menolong,” kata AKP Karyadi, Kamis (11/3).

Akan tetapi, lanjut AKP Karyadi saat hendak menolong kobaran api semakin membesarnya akibat adanya ledakannya. Sehingga membuat Sipina yang hendak menolong Yulianti, terpental dan korban pun tidak bisa diselamatkan.

Warga yang mengetahui adanya kebakaran tersebut, langsung berusaha untuk memadamkan api. Setelah si Jago Merah padam, korban dievakuasi ke Puskesmas Membalong, lalu dirujuk ke RSUD dr H Marsidi Judono, Tanjungpandan.

AKP Karyadi menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi sebelum peristiwa kebakaran ini Yulianti sedang menuangkan bensin dari jerigen ke wadah botol berukuran 1,5 liter. Bensin itu dipersiapkan untuk dijual di warungnya, setelah itu korban memasak di dapur.

“Jarak antara dapur dan dia menuangkan bensin sekitar 1,5 meter. Mungkin pada saat hendak mematikan kompor gasnya tidak maksimal. Sehingga hal itu memicu sisa api hingga akhirnya menyambar di kelontong ini,” jelas AKP Karyadi.

Dalam peristiwa ini, selain menewaskan korban jiwa, juga ada kerugian materil hingga ratusan juta akibat kebakaran tersebut. Sebab hampir seluruh rumah yang terbuat dari papan kayu itu terbakar. “Kerugian materil kurang lebih Rp 200 juta. Untuk saat ini barang bukti yang diamankan 1 kompor gas, dan 3 tabung LPG 3 Kg,” pungkasnya. (kin)