Gara-Gara LPG, Prokes Antrian Gas di Belitung Terabaikan

by -
Gara-Gara LPG, Prokes Antrian Gas di Belitung Terabaikan
Ratusan warga yang mengantri LPG 3 Kg di pangkalan gas Jalan Lettu Mad Daud, Tanjungpandan, Senin (15/2).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Ratusan LPG 3 Kg bersubsidi yang beberapa hari lalu diduga ditimbun oleh Afa akhirnya didistribusikan kepada masyarakat. Penjualan gas berukuran 3 kilogram ini dilakukan di pangkalan gas kawasan Jalan Lettu Mad Daud, Tanjungpandan, Senin (15/2).

Pendistribusian gas melon tersebut, dipantau langsung oleh agen PT Belitung Petrosindo (PT BP) yang juga merupakan mitra dari Pangkalan Afa. Satu tabung warna hijau ini dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 16 ribu.

Pantauan Belitong Ekpres, ratusan warga rela mengantri hingga berjam-jam di bawah terik matahari untuk mendapatkan gas 3 kilogram tersebut. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu tabung. Yakni dengan persyaratan membawa foto kopi KTP.

Namun sayangnya, terpantau ketika mengantri masih banyak warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker. Bahkan, emak-emak terkesan lebih takut tidak kebagian gas daripada tertular virus Corona atau Covid-19.

Padahal pemilik pangkalan dan pihak agen gas sudah berulang kali mengingatkan kepada masyarakat yang mengantri agar mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Akan tetapi tetap saja tidak digubris. Mirisnya lagi, anak-anak pun ikut mengantri.

Kepada Belitong Ekspres, ada yang beralasan lupa membawa masker dan hanya tertawa ketika ditanya mengapa tidak mematuhi prokes. “Kami menunggu sudah tiga jam, masa’ kita disuruh bubar. Kami sudah dua hari tidak jualan gara-gara LPG langka,” kata Yohana nenek berusia 60 tahun.

Antrian di lokasi yang mengular hingga belasan meter sempat menyebabkan kemacetan. Untuk mengantisipasi kemacetan itu, Polres Belitung mendatangi lokasi gunamengatur lalu lintas. Lalu mereka melakukan himbauan kepada para pembeli untuk jaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan.

Afa mengatakan, penjulan LPG dibuka sejak pukul 10.00 WIB. Sebanyak 560 tabung atau 1 LO, di jual di toko tersebut. Selain melayani penjualan LPG bersubsidi, dia juga menjual gas non subsidi. ”1 LO kita jual untuk hari ini. Bagi pembeli, silahkan datang. Persyaratan harus menyerahkan KTP untuk pembelian LPG bersubsidi,” katanya.

Sementara itu, Manager Operasional PT Belitung Petrosindo Tria Yunardi mengatakan, hari ini pendistribusian kepada masyarakat dilakukan ke pangkalan Afa. Ratusan LPG bersubsidi dijual tempat ini. “Hari ini kita jual sebanyak 1 LO. Untuk besok kemungkinan habis. Barang akan datang lagi, sekitar tiga atau empat hari kedepan,” katanya.

Langkanya LPG di Belitung sejak beberapa hari ini dinilai menyengsarakan masyarakat. Khususnya bagi para pedagang makanan di Tanjungpandan. Seperti warung Mak Jana yang terletak di kawasan KV Senang nyaris tutup karena sulitnya mendapat LPG ini.

“Hampir beberapa hari kami tidak jualan. Kami berharap semoga gas ini tidak langka lagi, sehingga kita bisa terus berjualan,” kata Sutina pekerja di Kedai Mak Janah kepada Belitong Ekpres usai mengantari LPG 3 Kg. (kin)