Gas 3 Kg, Kok Mahal? Disinyalir Ada Oknum Agen/Pangkalan yang Bermain

by -
Gas 3 Kg, Kok Mahal? Disinyalir Ada Oknum  Agen/Pangkalan yang Bermain
Rombongan Komisi II DPRD Belitung yang Kunker Depo Pertamina yang ada di Pangkal Balam, Pangkalpinang.

belitongekspres.co.id, SERINGNYA harga gas melon 3 Kg subsidi lebih dari Harga eceran Tertinggi (HET), menjadi perhatian khusus Komisi III DPRD Belitung. Oleh sebab itu, para wakil rakyat itu memberikan perhatian khusus soal ini.

Buktinya, Rabu (19/8) lalu, rombongan Komisi II DPRD Kabupaten Belitung melakukan kunjungan kerja (Kunker) Depo Pertamina yang ada di Pangkal Balam, Pangkalpinang.

Hadir pada pertemuan tersebut Pimpinan Cabang Pertamina Pangkal Balam Sopiandi, Sales Manager Wicaksono dan Perwakilan Cabang Belitung Agung. Kemudian Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belitung Hendra pramono, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Belitung Taufik rizani dan anggota Wahyu afandi, Fendi haryono, H.Amiruddin supran dan H.Sukirman.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Belitung Suherman mengatakan, rekan-rekan di Komisi II sangat konsen terkait dengan hak-hak dasar masyarakat berkenaan dengan sering langkanya dan harga gas bersubsidi 3 Kg tidak sesuai dengan HET yang sudah diatur oleh Perbup.

“Kami sangat konsen betul terkait dengan hak-hak dasar masyarakat. Bahwa harus ada pembenahan terkait distribusi LPG 3 Kg bersubsidi tersebut ke masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi Belitong Ekspres.

Oleh sebab itu, Politisi Partai Gerindra tersebut menegaskan, bahwa segala hal yang terkait dengan alur distribusi dari Pertamina Pangkal Balam hingga sampai ke agen dan pangkalan di Belitung akan terus diawasi.

“Kita akan pantau dan awasi supaya gas subsidi tersebut betul-betul sampai ke masyarakat yang berhak menerimanya,” tegas pria yang akrab disapa Awat.

Dikatakannya, kalau dari pihak Pertamina Pangkal Balam sebenarnya tidak ada persoalan terkait dengan distribusi gas melon tersebut ke Belitung. Oleh sebab itu, disinyalir ada oknum agen/pangkalan yang bermain dan tidak menyalurkan gas tersebut tepat sasaran.

Artinya kata Awat, ada agen yang menyalurkan bukan kepada pangkalan dan ada pangkalan yang tidak langsung menjual LPG 3 Kg langsung kemasyarakat melainkan masih di ecer ke pihak ke tiga sehingga harganya sudah melebihi dari harga HET.

“Disinyalir ada oknum agen/pangkalan yang bermain, sehingga penyaluran gas subsidi 3 Kg tersebut menjadi tidak tepat sasaran dan harganya menjadi jauh lebih tinggi dari harga HET yang sudah di tetapkan oleh pemerintah,” tutupnya. (rez)