Gawat, Pasien BPJS Dilarang Sakit

by -

*Hari Minggu dan Libur Nasional, Pelayanan juga Libur

MANGGAR – Aturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan yang tidak melayani pasien di hari Minggu dan libur nasional nampaknya harus dikaji ulang oleh pemerintah pusat. Pasalnya, aturan tersebut dianggap sangat memberatkan masyarakat, mengingat jadwal musibah dan jatuh sakitnya seseorang tidak mengenal waktu.
Hal itu seperti dirasakan Novegi Indarsih (25) salah seorang keluarga pasien BPJS Kesehatan di Klinik Dr.Vonny, Jalan Sudirman Kota Manggar, Belitung Timur (Beltim). Ibu rumah tangga yang akrab disapa Vegi menyesalkan aturan tersebut saat ia membawa ayahnya berobat.
Ia mengaku terkejut, ketika perawat bagian pendaftaran menyatakan Kartu BPJS ayahnya tidak berlaku di hari Minggu (13/9). Meskipun, ayahnya merupakan pasien BPJS non Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Wah ini harusnya disosialisasikan lebih dulu, saya yakin banyak masyarakat yang tidak tahu. Masak sudah bayar tiap bulan tidak bisa ditanggung, gimana nanti nasib orang yang kurang mampu,” ungkap Vegi kepada Belitong Ekspres.
Karena itu, warga Desa Padang Kecamatan Manggar ini berharap pemerintah pusat bisa mendesak BPJS untuk mengubah aturan, supaya masyarakat dapat berobat kapan saja.
“Kalau bisa dihilangkan aturan ini. Ini memberatkan dan membingungkan pasien BPJS. Sakit itu kan tidak mengenal waktu,” sesal Vegi.
Pemilik Klinik dr. Vonny Primasari mengakui jika kliniknya memang tidak melayani pasien BPJS kesehatan di waktu Hari Minggu, libur nasional dan di luar jam kerja.
“Khusus hari libur kita memang BPJS tidak berlaku. Pasien BPJS yang berobat tetap kita layani namun dianggap partikelir (harus membayar-red). Kita juga hanya melayani pasien BPJS dari Senin hingga Sabtu, yakni dari pukul 16.00 sampai 21.00,” sebut dr.Vonny kepada wartawan.
Dokter yang sehari-hari bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beltim, juga mengakui, jika pasiennya sudah banyak yang tidak mengetahui adanya aturan ini.
“Banyak memang pasien kita yang kebingungan. Mereka tidak tahu adanya aturan ini. Dan terus terang saja, di klinik ini BPJS hanya menanggung pasien BPJS yang berobat dengan saya. Jika dengan dokter spesialis lain ataupun dokter gigi tidak ditanggung BPJS,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Manggar Ali Rasyid, saat dikonfirmasi wartawan Senin (14/9) kemarin, mengakui jika BPJS Manggar memang hanya melakukan kerjasama pelayanan pasien BPJS selama hari kerja saja.

“Di fasiltas tingkat kesehatan tingkat pertama baik puskesmas/dokter yang ada kerja samanya, itu memang sesuai jam operasionalnya. Jadwal pelayanan itu sesuai dengan kerjasama kita dengan dr Vonny. Dan memang hanya yang berobat di dr.Vony yang kita tanggung, soalnya kita belum kerja sama dengan kliniknya,” terang Ali.
Namun, untuk kasus pasien BPJS gawat darurat, Ia menyatakan pasien BPJS tetap bisa dilayani baik di Puskesmas atau pun RSUD. Meski begitu, Ia hanya menekankan khusus untuk pasien gawat darurat.
“Tidak ada regulasi yang mengatakan bahwa hari libur BPJS tidak berlaku. Kalau kasus emergency pasien BPJS bisa langsung dibawa ke UGD, dan tetap akan ditanggung. Namun jika itu kasus biasa-biasa saja, BPJS tidak menjamin biaya pengobatannya,” tandas Ali. (feb)