Gegara Status FB, PITI Belitung Adukan IS ke Polda, Acoy: Benar, Itu Saya…

by -
Gegara Status FB PITI Belitung Adukan IS ke Polda, Acoy: Benar, Itu Saya...
Alek saat menunjukkan screenshot status akun Facebook atas nama Roy Setiawan.

Anggota DPRD Belitung Juga Laporkan Acoy
Status Facebook Dinilai Lecehkan Umat Islam

belitongekspres.co.id, ULAH IS alias Acoy menjadi perbincangan panas masyarakat, khususnya di Belitung. Ini gara-gara ia diisukan sebagai pemilik lahan tempat arak, yang digerebek Bupati Belitung H. Sahani Saleh belum lama ini.

Kini, ia dilaporkan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kabupaten Belitung ke Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) lantaran diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap umat Islam.

Unggahan statusnya di akun Facebook (FB) atas nama Roy Setiawan, dinilai melecehkan umat Islam. Dia saat itu menulis “Ngaku Mualaf hanya untuk jabatan…??? CCTV dirumahku terekam anda menyantap kaki b*bi !!! Kita share okey”.

Ketua PITI Kabupaten Belitung, Alopius (Alek) mengatakan, apa yang diungkapkan oleh Acoy dinilai tidak pantas. Maka dari itu, PITI Belitung membuat laporan resmi ke Polda Babel, Rabu (19/8) lalu.

“Kita sudah membuat laporan resmi tentang pencemaran nama baik. Kita sudah kirim barang bukti berupa screenshot status akun Facebook atas nama Roy Setiawan,” kata Alek kepada Belitong Ekspres, Kamis (20/8) kemarin.

Dijelaskan Alek, dasar laporan itu lantaran menyinggung umat Islam. Khususnya bagi Mualaf. Sebab dalam kalimat yang diunggah terdapat kata “Ngaku Mualaf hanya untuk jabatan”. Hal tersebut pun membuatnya tersinggung. “Saya adalah Mualaf. Saya masuk Islam tidak karena jabatan. Melainkan karena Allah SWT. Jadi saya sebagai Mualaf tersinggung,” jelas Alek.

Alek memaparkan, kasus ini dilaporkan ke Polda Babel, lantaran dia sudah berkoordinasi dengan ormas Islam yang ada di Bangka. Sehingga nantinya ormas tersebut bisa mengawal kasus yang dilaporkan.

“Kalau di Belitung, masih belum ada yang mau ngomong. Makanya kita lapor ke Polda. Dan laporan ini sudah diterima oleh pihak kepolisian. Tinggal pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Di kesempatan yang berbeda, Alex dalam jumpa pers, Rabu (19/8) di salah satu cafe di Pangkalpinang kepada wartawan menyebutkan, dia menyesalkan postingan tersebut.

“Kenapa harus bawa mualaf. Kalau di postingannya itu bawa nama si A atau si B yang disebutkan, urusan dendam pribadi, ya saya gak akan mau tahu. Itu urusan mereka dengan mereka. Silakan. Tapi jangan bawa mualaf-nya. Karena saya yakin yang lainnya juga terhina dengan ini. Seakan-akan kita yang mualaf ini gila jabatan, ya kan,” ujar Alex, didampingi sahabat dari Laskar Pembela Umat, H Rizal dan Yulianis selaku penasehat hukum.

Lebih lanjut, diutarakan Alex, pengaduan terhadap terlapor RS sendiri atas pencemaran nama baik mualaf. Dia juga berharap, kasus ini juga mendapat respon dari kalangan umat Islam lainnya, sehingga keberadaan mualaf tidak terabaikan.

“Kami ini perlu dibimbing, Tolonglah para ulama-ulama, bina kami dan dibela mualaf ini. Jangan sampai saya sebagai ketua mendapat kesan tidak dipercaya oleh pengikut-pengikut saya. Selama 43 tahun saya mualaf ini yang paling menyakitkan,” tukasnya.

Sementara, H Rizal dari Laskar Pembela Umat mengaku siap mengawal kasus tersebut. Ia pun memberi dukungan pelapor. “Kami tadi juga sudah ke kepolisian, ketemu penyidiknya dan disampaikan sesuai surat jawaban pihak terlapor akan segera dipanggil. Kita serahkan proses hukumnya,” tegasnya.

Anggota DPRD Belitung Juga Lapor

Terpisah, Yulianis dari Kantor Advocad dan Konsultan Hukum RJ. Anis dan Rekan selaku penasehat hukum mengaku kehadirannya tidak dalam membela perihal yang diadukan oleh Ketua PITI Belitung. Dirinya hadir dalam permasalahan ini untuk membela kliennya, FH yang dinilai menjadi subjek yang disinggung dalam postingan RS.

FH sendiri merupakan anggota DPRD Belitung yang notabene berasal dari keturunan Tionghoa yang sekarang memeluk agama Islam. “Dalam kasus ini, kami rasa orang disinggung itu adalah klien kami. Mengapa? Karena yang punya jabatan dan mualaf di Belitung hanya dia. Kita sudah pelajari itu diisi komen dalam postingan tersebut,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, kata Anis-sapaan akrabnya, banyak unsur yang diadukan pihaknya meliputi berita bohong atau hoax karena disebut mengaku mualaf, perbuatan tidak menyenangkan, fitnah, SARA dan penistaan agama.

“Ini kita masukan semuanya dalam laporan, biar penyidik yang mengembangkannya karena sudah kita serahkan ke pihak yang berkompeten dalam hal ini. Kami menunggu hasilnya dan dalam waktu dekat terlapor akan segera dipanggil,” pungkasnya.

Sementara itu, Acoy mengaku sudah mengetahui adanya laporan yang dilakukan oleh PITI Kabupaten Belitung. Bahkan dalam kasus ini, dia siap dipanggil dan diperiksa oleh pihak kepolisian. “Benar akun Facebook atas nama Roy Setiawan adalah milik saya. Dan benar, saya yang mengunggah stutus itu,” kata Acoy, ketika ditemui wartawan sore kemarin.

Dia menjelaskan, apa yang dia unggah pada saat itu sama sekali tidak menyinggung tentang mualaf. Melainkan ungkapan terhadap seseorang yang dimaksud. “Kalau mualaf, kapan saja saya bisa jadi mualaf. Namun di status itu tidak ada menyinggung masalah mualaf. Sekarang status itu saya hapus agar tidak ada salah faham. Untuk masalah ini, saya siap dipanggil,” terangnya.(kin/jua)