Gelar Lomba Memungut Sampah Plastik, Anggap Sampah Adalah Rejeki

by -
Gelar Lomba Memungut Sampah Plastik, Anggap Sampah Adalah Rejeki
Warga Desa Tegalmengkeb memungut sampah yang diinisiasi Yayasan Luh Luwih Pasraman Kayu Manis serangkaian hari Ibu. (Istimewa)

belitongekspres.co.id, DENPASAR – Dalam rangka memperingati hari ibu, Yayasan Luh Luwih Pasraman Kayu Manis melaksanakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya merawat sampah dengan benar.

Kegaitan yang dilaksanakan salah satunya yakni lomba memungut sampah plastik di desa Tegalmengeb, Selemadeg Timur, Tabanan.

Lomba ini diikuti ibu- ibu PKK di Desa Tegalmengkeb dilaksanakan baru-baru ini. Acara di awali dengan pengarahan kepada para peserta, kemudian peserta bersama – sama berjalan di sekeliling desa untuk memungut sampah plastik yang ada di pinggir jalan, dan selokan di Desa Tegalmengkeb.

Setelah perlombaan selesai sampah di kumpulkan dan di hitung jumlahnya oleh dewan juri. Kegiatan dilanjutkan dengan ceramah diisi Ida Sri Mahaprabu Pralada Pandya tentang materi Sampah Adalah Rezeki.

“Segala hal yang terkandung dibumi ini memiliki kekuatan energi kesejahteraan. Bahan-bahan di angkat dari perut bumi. Kemudian dibawa ke pabrik.

Energi kesejahteraan para pekerja pabrik merubahnya menjadi bentuk-bentuk yang di inginkan, kemudian energi kesejahteraan para dari orang-orang di pasar memasarkan

hasil-hasil pabrik tersebut. Energi kesejahteraan diri kita membelinya untuk memenuhi kebutuhan kesejahteraan diri sendiri.

Jadi benda-benda yang kemudian menjadi sampah non organik telah menyerap demikian banyak energi kesejahteraan hingga sampai di rumah kita dan menjadi sampah.

Karena itu kita harus mengelolanya dengan benar sehingga mendapatkan manfaat, berupa vibrasi energi kesejahteraan melalui pengelolaan yang benar terhadap sampah tersebut.

Dengan kesadaran yang tepat, maka setiap orang pasti akan menikmati berkah dari energi kesejahteraan Ibu Bumi.

Pilah sampah yang bisa di jual untuk melancarkan energi pasar. Dan buanglah sampah yang tidak bisa di jual di pekarangan kita atau di tempat yang tepat di mana bisa di bakar dengan aman.

Yang terpenting adalah luangkan waktu kita dengan kesadaran yang benar bahwa sampah itu dipenuhi dengan energi rezeki,” ujar Ida Sri Mahaprabu Pralada Pandya.

Ibu – ibu PKK yang hadir sangat bersemangat mendengarkan penjelasan mengenai sampah adalah rejeki.

Setelah ceramah berakhir, dilanjutkan dengan pengumuman juara dengan perolehan sampah terbanyak, dan penyerahan hadiah oleh ibu PJ Perbekel Tegalmengkeb.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut hari ibu yang jatuh tanggal 22 Desember 2019, selain lomba memungut sampah plastik.

Juga dilaksanakan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat Desa Tegalmengkeb pada hari Minggu 15 Desember 2019 oleh Yayasan Luh Luwih bekerja sama dengan Yayasan Bali Sari.

Dan, pada puncak acara hari ibu tanggal 22 Desember 2019 juga akan dilaksanakan lomba membuat nasi tumpeng, dan seminar tentang peran mulia seorang ibu dalam menjaga kerukunan,

kedamaian, dan kesejahteraan keluarga, yang akan dilaksanakan di Wantilan Pasraman Kayu Manis Desa Tegalmengkeb. (rba)

 

Artikel ini sudah dimuat di radarbali.jawapos.com dengan judul Gelar Lomba Memungut Sampah Plastik, Anggap Sampah Adalah Rejeki