Gembong Pencurian di Beltim Akhirnya Menyerahkan Diri

Gembong Pencurian di Beltim Akhirnya Menyerahkan Diri

Dian Ardiansyah (30) buronan gembong kasus pencurian beberapa TKP di Kabupaten Beltim dijebloskan ke dalam sel tahanan Polsek Manggar 

Dian 3 Kali Keluar Masuk Penjara

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Dian Ardiansyah (30) buronan gembong kasus pencurian di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) akhirnya menyerahkan diri. Pelaku utama kelompok pencurian di beberapa tempat kejadian perkara (TKP) ini menyerahkan diri ke Polsek Manggar, Kamis (5/9).

RajaBackLink.com

Warga asal Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel) itu sudah belasan tinggal di Belitung. Domisili terakhirnya, ia tinggal di Jalan Sijuk, Desa Air Seruk, Kabupaten Belitung. Dalam beberapa bulan terakhir dia sempat ditetapkan sebagai DPO oleh polisi.

Sehari sebelumnya, pada Rabu (4/9) jajaran Unit Reskrim Polsek Manggar dipimpin oleh Bripka Novan telah berhasil mengamankan komplotan pelaku, yakni Sukron (30) dan Defri (26). Keduanya juga warga satu daerah dengan Dian.

Kanit Reskrim Polsek Manggar Bripka Novan seizin Kapolsek Manggar, AKP Suseno Joko Waluyo menerangkan, bahwa pelaku Dian menyerahkan diri karena jejak keberadaannya telah tercium pihak Kepolisian.

“Pada malam jumat (Kamis, 4/9) sekira pukul 20.00 WIB, dia menyerahkan diri datang ke Polsek Manggar. Dan, dia mengakui semua perbuatannya,” ungkap Bripka Novan kepada Belitong Ekspres, Ahad (8/9) kemarin.

Selain itu, lanjut Novan, Dian selaku pelaku utama mengakui perbuatannya dengan membobol beberapa rumah warga. Dia bersama rekannya Sukron berhasil melakukan aksi pencurian di berbagai wilayah di Kabupaten Beltim.

“Sebelumnya, dia (Dian) ini merupakan residivis, yang sudah 3 kali keluar masuk penjara. 2 kali kasus pencurian, 1 kali kasus penganiayaan,” jelas Bripka Novan.

Baca Juga:  Miris! 8 Remaja Asyik Pesta Aibon

Menurut Bripka Novan, ketiga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) ini beraksi di saat masyarakat lengah. Dengan cara mencongkel pintu atau jendela rumah. Dia merupakan eksekutor menguras harta benda di rumah incaran.

“Saat beraksi si Sukron berjaga-jaga menunggu di sepeda motornya. Lalu si Dian melakukan pencurian masuk ke dalam rumah korban melalui pintu atau jendela yang dia congkel,” terang Bripka Novan kepada Belitong Ekspres, Kamis (5/9).

Kemudian, lanjut Novan, setiap berhasil beraksi barang curian dikumpulkan ke Sukron. Dari tangan Sukron barang dijual ke Defri. Kasus terungkap berawal adanya laporan masyarakat ke Polsek Manggar pada Jumat (23/8) bulan lalu.

Korban yaitu Yogi (26) dan Indrawadi (30) warga Dusun Birah Desa Kelubi Kecamatan Manggar melaporkan bahwa telah terjadi pencurian di rumahnya. Dari laporan tersebut polisi melakukan penyelidikan.

“Hasilnya, didapatlah koordinat posisi Hp milik korban yang hilang tersebut. Yaitu Hp korban berada di tangan Defri di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung,” ungkap mantan anggota Reskrim Polres Beltim tersebut.

Setelah itu, pada Rabu (4/9) petang, pukul 18.00 WIB, dilakukanlah penangkapan terhadap Defri di Jalan Murai Dalam Desa Air Raya Tanjungpandan. “Hasil pengembangan dari pemeriksaan terhadap Defri, dia mengaku Hp itu dia beli dari tangan Sukron. Dari itu kami langsung melakukan pengejaran terhadap Sukron,” beber Novan.

Hingga selanjutnya, pada pukul 22.00 WIB Sukron berhasil ditangkap di Jembatan Dusun Canggu Kecamatan Gantung. “Dari informasi yang kami dapat, Sukron berada di Jembatan Canggu Gantung, kami datangi ternyata benar, dan kami tangkap,” kata Novan.

Baca Juga:  Guna Kelancaran Karnaval, Kapolres Turunkan 200 Personil

Namun, lanjut Novan, untuk pelaku utama Dian sempat buron dan kini Dian sudah menyerahkan diri. “Saat ini polisi sudah menahan ketiganya, did alam sel tahanan polsek Manggar,” ujar Novan.

Dari pengungkapan kasus di beberapa TKP wilayah Beltim tersebut, polisi berhasil mengamankan 1 buah Tab Advan, 1 buah Hp dan Kotak Hp Samsung J Pro, 1 Unit Sepeda Motor Yamaha N Max dan alat pencurian besi pencongkel.

“Ketiga pelaku dijerat pasal 363 ayat 1, 3 dan 4 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan (Curat). Dengan ancaman, untuk Sukron dan Dian masing-masing 7 tahun penjara. Kemudian untuk penadah yaitu Defri 4 tahun penjara,” tandasnya.

Sementara, di hadapan Belitong Ekspres, gembong pencurian Dian mengaku menyerahkan diri karena kasihan dengan keluarga, terutama anak dan istrinya. “Kalau aku nyerahkan diri kan jelas. Setelah menjalani hukuman bisa kembali ketemu mereka,” ujar Dian.

Selain itu, dia tidak ingin perbuatannya hanya ditanggung oleh temannya Sukron saja. “Kasihan teman yang sudah ketangkap menjadi korban sendirian di dalam tahanan. Ya jadi aku menyerahkan diri saja,” bebernya.

Lebih lanjut, Dian mengakui perbuatan yang dilakukannya karena terlilit hutang. Awalnya dia mengaku buka tambang timah, namun tidak ada hasil. Akhirnya berhutang sana sini. “Aku terjerat hutang, akhirnya aku maling untuk nutupi hutang-hutang,” tandasnya.

Sebelumnya, pelaku pencurian Sukron juga mengaku menyesal melakukan perbuatannya. Namun, mirisnya mantan Guru Agama berpendidikan Diploma II tersebut nekad melakukan perbuatannya untuk bertahan hidup di Pulang Belitung.

“Di OI (Ogan Ilir) aku mengajar bang, ke sini rencananya dijanjikan diajak kerja oleh kawan, namun ketika sampai sini menganggur, ya jadi aku mencuri,” kata Sukron kepada Belitong Ekspres. (dny)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply