Geopark Belitung Ditunda, Yuspian: Belum Ada Pengumuman Resmi

by -
Yuspian
 foto: Ketua BP Geopark Belitung Yuspian Djapani
Ketua BP Geopark Belitung Yuspian Djapani.

belitongekspres.co.id, – Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium 2019 di Hotel Lombok Raya, Selasa (3/9), merupakan forum membahas standar geopark dunia. Dalam sidang dewan Unesco di Gili Trawangan ini, juga dibahas usulan calon-calon geopark dunia.

Ada dua usulan Indonesia dibahas sebagai calon UGG dalam forum APGN Symposium 2019 ini. Yakni Geopark Kaldera Toba dan Belitung. Dari usulan itu, hanya Geopark Toba yang lolos, dan akan diterima sebagai anggota baru UGG dalam sidang Unesco, April 2020.

Sementara Geopark Belitung ditunda karena belum melengkapi syarat. Geopark Nasional Pulau Belitung diberikan waktu setahun untuk melengkapi dokumen boundaries atau batas-batas geologinya.

Dalam sidang di Gili Trawangan juga memutuskan UGG Gunung Sewu mendapat green card untuk melanjutkan status sebagai UGG. ”Setelah dievaluasi Gunung Sewu masih layak menyandang status UGG,” kata General Manajer UGG Rinjani Lombok Chairul Mahsul seperti dilansir dari Lompok Post (jawa Pos Grup).

Menanggapi hal itu, Ketua BP Geopark Belitung Yuspian Djapani angkat bicara. Dia menyatakan sesuai jadwal, Geopark Belitung masih dalam proses assessment, belum ada pengumuman resmi.

“Menurut info yang disampaikan kepada kami akan diputuskan/diumumkan bulan April 2020 (tahun depan) di Jeju Korea Selatan pada UGG Symposium,” tulis Yuspian melalui pesan broadcast yang diterima, Rabu (4/9).

Menurut Yuspian, BP Geopark Belitung juga turut menghadiri sidang Unesco di Gili Trawangan sebagai undangan symposium APGN 2019. “Untuk acara yang digelar saat ini (sidang Unesco, red) merupakan symposium Asia Pasifik Geoparks Network (APGN). Memang tidak ada jadwal pengumuman hasil assessment untuk Belitong Geopark,” sebut Yuspian.

Bahkan, lanjut Yuspian, kepastian UGG Symposium di Korea Selatan masih dalam proses pembicaraan dan menunggu selesai symposium Gili Trawangan. “Acara di Jeju saja baru akan diputuskan di akhir symposium nanti yakni tanggal 6 September,” ujarnya.

Saat ini, BP Geopark Belitung mengambil sikap menunggu dan menyiapkan dokumen yang diperlukan sebagai kelengkapan menuju status UGG. “Kami dari BP Geopark Belitong, tentunya akan mengikuti, mencermati sekaligus mempelajari setiap tahapan penilaian yang harus kami lalui. Kita doakan hasil yang terbaik untuk Geopark Belitong. Intinya belum ada hasil resmi karena masih dalam proses,” tutup Yuspian.

Berikutnya Giliran Tambora

Sementara itu, evaluasi status UGG dilakukan empat tahun sekali. UGG Rinjani Lombok akan dievaluasi Unesco tahun 2021 mendatang. Selain Rinjani, Tambora juga rencananya akan diusulkan menjadi UGG. Peluang Tambora sangat besar. Selain memiliki nilai-nilai universal sebuah geopark, Tambora juga memiliki sejarah panjang yang berpengaruh pada sejarah dunia.

Guy Martini, perwakilan Unesco Global Geopark menyebut Tambora tempat yang menarik. Menurutnya, dari film tentang Tambora yang diputar saat pembukaan simposium memberikan gambaran awal Tambora layak diusulkan sebagai anggota UGG.

Meski Ia mengakui belum memiliki cukup referensi terkait Tambora. Namun dari argumentasi delegasi yang mengusung Tambora, dia sangat tertarik dan akan segera mengunjunginya.

Ketua delegasi Geopark Tambora Ridwan Syah optimis Tambora dapat ditingkatkan menjadi global geopark.Selain memiliki sejarah panjang terhadap peradaban dunia, Tambora secara fisik memiliki kekayaan alam yang luar biasa. “Sebagian peserta APGN berencana berkunjung ke Tambora untuk melihat langsung,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim, Kemenko Maritim Safri Burhanuddin

berharap, setelah menjadi tuan rumah simposum APGN, manajemen UGG Rinjani Lombok membenahi infrastruktur pendukung. ”Kawasan yang masuk Unesco global geopark menjadi perhatian Bappenas,” katanya.

Kata dia, pusat dan daerah akan berkolaborasi melakukan konservasi kawasan UGG. Dia berharap perguruan tinggi di NTB memperbanyak penelitian tentang UGG Rinjani Lombok. Bantuan yang diberikan pemerintah pusat tidak mesti dalam bentuk gelondongan dana, tapi bisa berupa progam. Baik program koservasi maupun penataan infrastruktur. ”Disebutkan sebagai UGG akan dapat anggaran khusus, tapi bukan harus berbentuk rupiah,” tandasnya. (ili/msi)