Geopark Pulau Belitong Akan Diassesment UGG

by -
Tampak atas Geosite Open Pit Kelapa Kampit. Foto: Oscar Habib for BE
Tampak atas Geosite Open Pit Kelapa Kampit. Foto: Oscar Habib for BE
Tampak atas Geosite Open Pit Kelapa Kampit. Foto: Oscar Habib for BE

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Akhir bulan ini, tepatnya tanggal 27 Juni 2019, Kabupaten Beltim akan mendapat assesment dari Unesco terkait penilaian Geopark Pulau Belitong. Assesmen tersebut akan mengetahui kelayakan untuk mendapatkan status Unesco Global Geopark (UGG).

“Kalau menurut korespondensi yang sampai ke kami, di Badan Pengelola baik dari Unesco maupun Komite Nasional Indonesia Untuk Unesco disampaikan sudah terkonfirmasi bahwa pelaksanaan assesment untuk penilaian apakah geopark pulau Belitong layak mendapat status dari Unesco Global Geopark, sudah ditetapkan tanggalnya,” ungkap

Ketua Umum BP Geopark Pulau Belitong, Yuspian Djapani di sela-sela rapat persiapan assesment, Senin (17/6) kemarin.

Berdasarkan rundown kegiatan yang telah disusun Badan Pengelola Geopark Pulau Belitong, tim assesment yang terdiri dari dua orang penunjukan Unesco, datang ke Indonesia pada tanggal 24 Juni hingga tanggal 29 Juni 2019.

“Tanggal 25 Juni ke Belitung, kemudian berkunjung ke geosite-geosite termasuk paparan penilaian paper assesment dan selesai tanggal 28 Juni, sampai evaluasi mereka,” sebut Yuspian.

Menurut Yuspian, semua persiapan assesment masih terus dilakukan, baik sifatnya infrastruktur yang visibilitas di sekitar geosite maupun persiapan yang sifatnya administrasi berupa regulasi.

“Kalau untuk Beltim di scedule tanggal 27 Juni akan datang, nanti akan datang ke Open Pit, pantai Burung Mandi, ke museum Kata dan Tebat Rasau,” ujarnya.

Dikatakan Yuspian, nantinya dari hasil penilaian akan dilakukan pula kroscek lapangan dan dokumen dari aspek manajerial. Termasuk penilaian sebagai evaluasi akhir sebelum dibawa ke sidang UGG guna menentukan kelayakan.

“Dasar mereka datang adalah mengacu pada dosir yang kita sampaikan. Sudah mereka pelajari dan setuju datang.
Setiap negara ada mengajukan tetapi tidak semua diberi kesempatan karena mereka akan menilai kelayakan isi dosir,” jelas Yuspian.

“Kita harus menceritakan, kenapa mau mengusulkan menjadi geopark, kemudian apa yang dipunyai dari geologi heritage. Begitu sudah memiliki dan layak, barulah mereka mau datang,” tandasnya. (msi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *