Gerakan BISA Belitung untuk Meraih Kembali Kepercayaan Wisatawan

by -
Gerakan BISA Belitung untuk Meraih Kembali Kepercayaan Wisatawan
Foto bersama para peserta gerakan Bisa di HKM Juru Seberang, Kamis (13/8).

Libatkan 100 Pelaku Parekraf Belitung

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Gerakan Bersih Indah Sehat Aman (BISA) di HKM Seberang Bersatu, Desa Juru Seberang Tanjungpandan, Belitung, dengan berbagai aktivitas, guna meraih kembali kepercayaan wisatawan pasca pandemi Covid-19. Program BISA ini dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia selama 2 hari.

Kasubdit Pengendalian Kebijakan Kementerian, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Retno Bertha mengatakan, selama dua hari ini bermacam aktivitas dilakukan untuk mempersiapkan destinasi tersebut, diantaranya kebersihan, keindahan, Kesehatan dan keamanan.

“Kita lakukan pengecatan jembatan, dan papan yang lapukpun diganti, pembuatan pos singgah ada 3 unit, penanaman pohon mangrove dan bersih-bersih, kita sertakan peralatan, ada cuci tangan, thermal gun, disenfektan,” kata Retno Bertha kepada Belitong Ekspres, Kamis (13/8) kemarin.

Gerakan BISA melibatkan 100 pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) di Kabupaten Belitung, untuk siapkan destinasi wisata Belitung Mangrove Park sambut tatanan kehidupan baru. “Wisatawan yang tau kita sudah lakukan Bisa disini, mereka yakin dan merasa aman ke sini,” jelasnya.

Ditambah lagi, kata dia saat ini kasus Covid-19 di Belitung cukup rendah, hal itu merupakan pilihan orang ketika akan berkunjung. “Kunjungan wisatawan kembali pulih, walaupun berangsur-berangsur, karena biasanya wisatawan tetap memilih lokasi yang aman,” bebernya.

Retno menyebutkan Gerakan BISA ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden, untuk melaksanakan program semacam padat karya dalam upaya mitigasi dampak Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ini sekaligus mengupayakan peningkatan kualitas dan daya saing destinasi pariwisata Indonesia, guna mendorong peringkat Indonesia dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI), khususnya pada katagori Health and Higiene serta Safety and Security .

“Berdasarkan Index Daya Saing yang dikeluarkan oleh Lembaga dunia WEF tahun 2019, untuk katagori Health and Higiene, Indonesia berada di peringkat 102 dan kategori Safety and Security di peringkat 80 dari 140 negara,” papar Retno.

Maka dari itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam hal ini Deputi Bidang Kebijakan Strategis menyelenggarakan program Gerakan BISA dengan meningkatkan Kebersihan, Keindahan, Kesehatan dan Keamanan di Destinasi Wisata, dalam rangka adaptasi kebiasaan baru dengan dibukanya kembali destinasi pariwisata.

Setelah dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia, kali ini Kemenparekraf dan Pemerintah Daerah Provinsi Bangka Belitung, menyelenggarakan secara serentak Gerakan BISA di 3 lokasi, yaitu di Bangka Selatan, Belitung Timur dan Belitung sebagai salah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.

“Di Belitung tepatnya di destinasi Belitung Mangrove Park ( HKM Juru Seberang) untuk menjadikan destinasi yang bersih, indah, sehat dan aman pasca pandemi covid-19, sehingga siap menerima kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara,” terangnya.

Sementara itu, ketua HKM Juru Seberang Marwandi ucapkan terimah kasih atas gerakan Bisa yang sudah dilaksanakan di HKM yang mereka kelolah. “Kite ngucapakan terimak kaseh atas adanye gerakan bisa dari Kemenparekraf, paling tidak menguatkan semangat kita dibidang pariwisata dan semoga cepat pulihlah kondisi pariwisata kita,”katanya.

Dikatakan Marwandi, setelah berbulan-bulan mereka tidak melakukan aktivitas dan sempat menutup sementara destinasi itu, setelah adanya gerakan bisa akan dijadikan momentum untuk bangkit kembali. “Harapan kite ini jadikan momentum untuk bangkit dan berbenah, sambil menyiapkan rencana kedepan,”pungkasnya. (dod)