Giliran Aloy Jadi Pesakitan Dalang Kasus Pembobol BRI

by -
Giliran Aloy Jadi Pesakitan Dalang Kasus Pembobol BRI
Foto Ilustrasi

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Satu lagi tersangka kasus pembobol BRI akan duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Pangkalpinang. Kali ini adalah justru dalang dari jebolnya fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) di BRI Pangkalpinang, yaitu tersangka Sigianto alias Aloy.

Tim JPU telah melimpahkan perkara yang merugikan negara lewat uang rakyat yang ada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Pembantu Depati Amir tersebut. Sugianto als Aloy anak dari Akwet akan duduk sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Kota Pangkalpinang.

Ini tertuang ke dalam perkara nomor 9/Pid.Sus-TPK/2021/PN Pgp. Sementara itu dari Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, mengerahkan 2 jaksa seniornya yakni Eddowan (Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Pangkalpinang) dan Eko Putra Astaman. Pengadilan Tipikor Kota Pangkalpinang menjadwalkan sidang perdana Jumat (16/4) mendatang.

Jadwal sidang perdana ini dibenarkan langsung oleh ketua tim JPU, Frans JK. Dikatakanya pelimpahan ini kelanjutan dari tersangka pertama yakni Desta yang sudah disidang duluan. “Kali ini pelimpahan yang Aloy,” katanya.

Dikatakanya, Aloy dalam pusaran perkara ini sebagai perantara pengajuan KMK ke PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama-sama dengan melibatkan para acount officer (AO). Terdiri dari: Desta, M Redinal Airlangga , Handoyo, Priyandi Al Haqqi dan Edwar selaku Credit Investigator (CI).

Selanjutnya juga 2 pimpinan BRI juga terlibat yakni Ardian Hendri Prasetyo selaku pimpinan Kantor Cabang BRI Pangkalpinang dan Alfajri Tasriningtyas selaku Pimpinan Kantor Cabang Pembantu BRI Depati Amir. Kedua mantan bos ini sebagai pemutus KMK. Begitu juga dengan notaris Gemara Handawuri dan John Adrianza selaku Kepala Seksi Hubungan Hukum BPN Bangka Tengah saat itu.

Seperti diketahui, kasus ini menyeret 47 nama debitur, dan 10 debitur sudah jadi tersangka. Adapun dugaan kuat Aloy memperkaya diri sendiri sebesar Rp 20.493.065.000 serta telah merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu merugikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 43.800.000.000. (eza)