Giliran Anggota Bawaslu Beltim ‘Drop’, Sidang Amel Dikebut Hingga Dini Hari

by -
Giliran Anggota Bawaslu Beltim 'Drop', Sidang Amel Dikebut Hingga Dini Hari

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Anggota Bawaslu Belitung Timur (Beltim), Divisi Hukum penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa, Haris Alamsyah sempat drop (lelah) saat tengah sidang sekira pukul 20.30 WIB. Dia drop dalam sidang dugaan tindak pidana Pemilukada Beltim 2020, di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Kamis (27/11) tadi malam.

Pada persidangan itu dia mintai keterangan mengenai kasus yang didakwakan oleh Kejaksaan Negeri Belitung Timur (Beltim). Kata Haris sebelum Ketua Relawan BERAKAR Syarifah Amelia ditetapkan sebagai tersangka, ada laporan dari Rudi JW. Yakni tentang dugaan pelanggaran tersebut.

Saat itu Rudi JW menunjukkan video orasi Amel sapaan karibnya waktu menjadi juru kampanye di kawasan Simpang Renggiang, Kabupaten Beltim. Dalam isi video yang berdurasi 33 detik ini, Amel mengatakan “kalau bersih pilkada Belitung Timur maka yang menang nomor…? Lalu para audiensi menyebut nomor satu.

Setelah mendapat laporan tersebut, Bawaslu Kabupaten Beltim melakukan kajian selama dua hari. Seperti syarat formil dan materil. Waktu itu syarat formil belum terpenuhi. Lalu sang pelapor melengkapi. Hingga akhirnya syarat formil dan materil terpenuhi. Setelah itu, Bawaslu menggelar pleno dan memastikan unsur kasus tersebut terpenuhi.

Kemudian Bawaslu Beltim membawa kasus ini ke Sentra Gakkumdu Beltim. Saat di Gakkumdu dilakukan pembahasan dan kasus ini memenuhi unsur pasal yang disangkakan. Setelah itu, Sentra Gakkumdu melakukan klarifikasi terhadap Syarifah Amelia.

Usai memeriksa Amel, dilanjutkan dengan pembahasan kedua. Yakni melaporkan ke Polres Beltim. Haris menjelaskan, pihaknya mengaku keberatan dengan ungkapan yang dilakukan terdakwa Amel.

Dia menilai apa yang diungkapkan menyinggung instansinya. Sebab dalam pemilu Beltim, Bawaslu adalah bagian dari pihak penyelenggara. “Keberadaan Bawaslu seolah tidak bersih,” kata Haris di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan.

Dalam sidang ini dipimpin Hakim Ketua Himelda Sidabalok dan didampingi Hakim Anggota Rino Adrian dan Anak Agung Niko Brama Putra. Serta Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Belitung Timur Wawan Kurniawan dan Riki Apriansyah.

Pada saat ditanya oleh Pengacara Hukum Ali Nurdin apakah saat mengeluarkan pendapat keberatan atas ungkapan Amel, sudah dirapatkan dengan anggota lainnya. Lalu dibuatkan berita acara?. Haris pun menjawab ada.

Sehingga Ali Meminta kepada majelis hakim untuk dihadirkan bukti tersebut dalam persidangan. Haris sempat keberatan. Lalu Ali mengingatkan keterangan Haris telah disumpah sebelum sidang dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa.

Sontak itu membuat Haris terdiam. Lalu dia istighfar dan menyebut. “Tidak (tidak membuat berita acara,red)”. Lantas, hal itu membuat warga yang hadir dalam persidangan bersorak. Sehingga membuat Haris drop dan sesak nafas.

Melihat kondisi Haris, Hakim Ketua Himelda Sidabalok melakukan skors selama beberapa menit. Kemudian, pukul 21.30 WIB sidang kembali dilanjutkan agenda dengan pokok materi yang sama.

Sebelum Haris, pernyataan keberatan juga diungkapkan oleh Ketua KPU Belitung Timur (Beltim) Rizal. Menurutnya, apa yang diungkapkan Amel dinilai menyasar ke KPU Beltim. Sebab dalam ungkapan itu, menyebutkan jika kampanye bersih, maka yang menang nomor satu. “Kalau nomor satu tidak memang berarti kampanye tidak bersih. Hal itu yang membuat kami keberatan,” katanya.

Dalam hal ini dirinya sudah melihat video orasi Amel. Serta dimintai keterangan oleh Bawaslu Kabupaten Beltim, mengenai video tersebut. Sementara itu, pernyataan Haris berbeda dengan anggota Panwascam Simpang Renggiang. Yakni Indra, Edi dan Yurdani. Mereka menyatakan tidak ada pelanggaran dalam kampanye yang dilakukan Amel.

Kata Indra, waktu itu dia melakukan pemantauan di kediaman Suryanto yang berada di kawasan Simpang Rengiang. Dia membenarkan Amel orasi dengan menyebut “kalau bersih pilkada Belitung Timur, maka yang menang nomor…?

“Lalu para peserta yang hadir menyebutkan nomor satu,” kata Indra. Lebih lanjut dia mengatakan, namun dalam kampanye tersebut tidak menemukan indikasi penghasutan terhadap pasangan calon lain.

“Sebelumnya, kami memang sempat menegur para peserta yang datang. Kami mengingatkan agar mentaati protokol kesehatan. Setelah itu baru boleh acara dilanjutkan,” kata Indra. Keterangan yang sama juga diungkapkan Edi dan Yurdani.

Sementara itu, Suryanto sang pemilik rumah rumah membenarkan video yang viral tersebut merupakan kampanye di kediamannya. Dia menjelaskan, beberapa hari sebelum acara dimulai calon Bupati Beltim nomor urut 01 Burhanudin menemuinya.

Lalu minta izin untuk kampanye dialogis. Akhirnya dia mengizinkan. Dia membenarkan Amel mengungkapkan “kalau bersih Pilkada Belitung Timur, maka yang menang nomor…?. “Lalu mereka menjawab nomor satu,” terang Suryanto.

Dalam sidang ini, JPU maupun Majelis Hakim telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang saksi hingga pukul 22.00 WIB. Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi ahli, yakni bahasa dan saksi hukum. Sidang pun berlanjut hingga Jumat (27/11) dini hari. (kin)