GMB Serahkan Dokumen Sepultura ke Bupati Belitung

by -
GMB Serahkan Dokumen Sepultura ke Bupati Belitung
Teguh Trinanda menyerahkan lampiran dokumen Sepultra kepada Bupati Belitung H. Sahani Saleh, Rabu (16/9).

Berharap Semua Permasalahan Segera Diselesaikan

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Koordinator Deklarasi Gerakan Masyarakat Belitung (GMB) Teguh Trinanda menyerahkan lampiran dokumen sepuluh persoalan terkini atau teraktual Masyarakat Kabupaten Belitung dan Sepuluh Tuntutan Rakyat (Sepultra) kepada Bupati Belitung H. Sahani Saleh.

Koordinator Deklarasi Gerakan Masyarakat Belitung (GMB) Teguh Trinanda mengatakan, sebelumnya Sepultra ini sudah diterima dan akan dkoordinasikan ke berbagai pihak oleh Ketua Komisi 3 DPRD Belitung, Mahyudin. Dokumen tersebut diserahkan pada pertemuan di DPRD Belitung, Senin (14/9).

“Sebenarnya dari DPRD Belitung akan koordiniasi, hanya saja kami ini tembusan. Karena ade berbagai pihak yang kita harap bisa mereleasikan yang sudah kami sampaikan,” kata Teguh Trinanda kepada Belitong Ekspres, Rabu (16/9) kemarin.

Dikatakan Teguh, ada beberapa permasalahan yang diharapakan bisa direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Belitung. “Tadi sudah diterima pak bupati, dan insyaallah secepatnye lah, beliau bisa koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” katanya.

Oleh karena itu, Teguh berharap semua permasalahan yang telah disampaikan agar bisa diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Belitung. “Selain ke Bupati, tembusan itu juga disampaikan ke Kejari dan Polres Belitung,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Belitung H. Sahani Saleh didampingi Sekda Kabupaten Belitung MZ Hendra Caya mengatakan, pihaknya telah menerimah lampiran yang telah disampaikan kepada dirinya. “Ya kita terimah apa yang disampaikan mereka itu,” ujar Sahani.

Namun kata Bupati Belitung, pihaknya tetap melihat relevansinya, apa yang mereka sampaikan, seperti kaitan dengan Program Sehati. “Kita akan lihat kalau sarannya itu kalau kita lihat benarnya, akan kita pertimbangkan. Tapi kalau kita pertimbangkan saran ini dari segi peraturan tidak memungkinkan, ya mohon maaf,” pungkasnya. (dod)