GMB Sorot Kasus Rentenir, Tunggu Proses Hukum

by -
GMB Sorot Kasus Rentenir, Tunggu Proses Hukum
Koordinator GMB Teguh Trinanda.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Perkembangan kasus rentenir yang tentu dengan bunga tinggi yang sempat menjadi tuntutan Gerakan Masyarakat Belitung (GMB), saat demo di DPRD kabupaten Belitung Senin (14/9) lalu, masih terus disorot.

Terlebih lagi dalam kasus itu adanya aduan dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan HI anggota TNI. HI meloporkan oknum wanita rentenir berinisial A, beberapa waktu lalu ke polisi. Hingga saat ini kasusnya masih tetap berlanjut.

Koordinator GMB Teguh Trinanda mengatakan, tuntutan masalah rentenir sebelumnya sudah disampaikan ke DPRD Belitung, untuk ditindaklanjuti. Bahkan dia sudah memberikan solusi untuk mengatasi masalah ini.

“Yakni solusinya segera Dibentuk lembaga keuangan daerah atau BPR Syariah. Hal itu sebagai upaya solusi dari keuangan /permodalan usaha masyarakat dari beban bunga tinggi dari rentenir dan arisan bermasalah,” kata Teguh kepada Belitong Ekspres, kemarin.

Namun demikian, saat ini dia masih menunggu reaksi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung. Dalam hal ini GMB memberikan batas waktu hingga seratus hari, untuk mengatasi permasalah tersebut. “Untuk sekarang kita masih menunggu. Nanti kalau kita akan update, perkembangan selanjutnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Belitung Kompol Jadiman Sihotang mengatakan, pihaknya masih belum bisa berkomentar banyak mengenai masalah tersebut. Sebab dia masih menunggu laporan dari Jajaran Satreskrim Polres Belitung, mengenai perkembangan kasus rentenir tersebut.

“Nanti kita akan sampaikan kalau sudah ada perkembangan,” kata Kompol Jadiman, kepada Belitong Ekspres, Senin (21/9).

Seperti diberitakan sebelumnya, lima orang wanita dan satu anggota TNI berinisial Hi mendatangi Polres Belitung, Senin (24/8) lalu. Mereka melaporkan dugaan perbuatan tidak menyenangkan, yang dilakukan oleh salah satu rentenir berdomisili di Tanjungpandan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres, peristiwa ini berawal saat kelima wanita ini satu persatu, hutang uang kepada rentenir berinisial A tersebut. Yakni, dengan bunga beberapa persen yang telah disepakati.

Namun pada saat hari H, wanita ini belum memiliki uang untuk membayar hutang maupun bunganya. Akhirnya, sang rentenir ini menakut-nakuti sang penghutang dengan mengatasnamakan salah satu orang TNI yang bertugas di Belitung.

Tidak hanya itu, bahkan kabarnya rentenir ini juga merampas motor milik si penghutang, gara-gara belum membayar. Lagi-lagi pada saat mengambil motor ini, si rentenir diduga juga mengatasnamakan oknum anggota tersebut. (kin)