GMT, Warga Diminta Tak Lihat Langsung

by -

*Gunakan Alat Bantu Khusus Melihat GMT

TANJUNGPANDAN-Momentum Gerhana Matahari Total (GMT) di Belitung 9 Maret 2016 mendatang, tentu akan disambut suka cita oleh masyarakat Pulau Belitung. Hanya saja, warga masyarakat diingatkan tak melihat langsung proses GMT dengan mata telanjang, tanpa alat bantu khusus yang aman.

“Tidak direkomendasikan melihat GMT, khususnya sinar matahari langsung dengan mata telanjat. Dibutuhkan alat khusus, semacam filter khusus yang mampu memedarkan cahaya matahari hingga ratusan kali lipat,’’ ujar Johan Muhamad, Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa, Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung dalam Sosialisasi GMT 2016 di Grand Hatika Hotel, Senin (30/11), kemarin.

Menurut Johan, GMT berdasarkan pengamatan dan analisa LAPAN, bakal terjadi tanggal 9 Maret 2016 mendatang di Belitung antara pukul 07.22 hingga pukul 07.25 WIB untuk daerah Tanjungpandan dan sekitarnya. Untuk daerah lain berbeda tipis sekian menit. Yang jelas, di Tanjungpandan GMT akan berlangsung selama 2 menit 11 detik.

Lantas, untuk di Manggar , lanjut Johan akan berlangsung sekitar pukul 07.23 hingga pukul 07.25 dengan durasi selama 2 menit 58 detik. Jadi, masing-masing lokasi berbeda tipis. “Yang pasti hampir semua wilayah Pulau Belitong akan terjadi GMT, kecuali sebagian kecil wilayah selatan. Dan jika hendak melihat harus dicari tempat terbuka dan tak terhalang obyek lain seprti pohon maupun gedung. Semoga cuaca bagus di saat GMT,’’ papar Johan.

Sementara itu, nara sumber lain, Asisten Deputi Analisis Data Pasar Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Francesca Nina mengatakan, momentun GMT harus ditangkap masyarakat Belitung sebagai kesempatan untuk menaikkan sektor pariwisata. “Peristiwa GMT merupakan momen langka, jadi “what to do” tinggal apa yang harus dilakukan pemerintah sebagai regulator dan pelaku wisata dari swasta untuk memanfaatkan momen GMT yang hanya terjadi di wilayah tertentu,’’ papar Nina.

Kata Nina, pemda jangan sampai hanya tinggal diam melihat momentum ini. GMT tak hanya ditargetkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus), tapi juga wisawatawan mancanegara (wisman). Target tahun ini 10 juta wisman yang ditetapkan pemerintah diharapkan bisa tercapai, termasuk target di tahun depan sebanyak 12 juta atau naik skeitar 20%.

Target ini pun tentu dengan support dari Kementerian Pariwisata yang banyak mendukung dalam bentuk promosi-promosi di berbagai media, mulai dari media offline (print), online hingga media sosial dan media luar ruang.(mg1/agu)