Gowes HUT RI, Rafi Tempuh Jarak 75 Km, Rute Manggar-Tanjungpandan

by -
Gowes HUT RI, Rafi Tempuh Jarak 75 Km, Rute Manggar-Tanjungpandan
Rafi Fitrah (11) pegowes cilik komunitas Terabas Club yang mengangkat jempol sesaat setelah finish 75 kilometer di Tugu Satam Tanjungpandan. (Istimewa)

belitongekspres.co.id, WAKTU masih menunjukkan pukul 05.45 WIB, Ahad (8/16) ketika komunitas sepeda Terabas Club bersiap mengayuh sepeda dari Manggar menuju Tanjungpandan. Ada sebanyak 38 orang pehobi sepeda yang tergabung di komunitas tersebut menembus gelap dan dinginnya udara pagi cerah itu.

Dari sekian banyak peserta, terdapat seorang anak usia 11 tahun ikut dalam rombongan. Namanya Rafi Fitrah (11) warga Manggar, ikut bergabung bersama komunitas sepeda Terabas Club yang diketuai orang tuanya.

Rafi memang sudah beberapa kali ikut mengayuh sepeda dalam jarak tempuh dekat. Kali ini, ia tampak bersemangat meskipun jarak tempuh lumayan panjang yakni 75 kilometer. Dimulai dari Simpang Kater Desa Padang Manggar menuju titik nol Tugu Satam Tanjungpandan. “Senang saja bisa ramai-ramai,” ujar Rafi saat ditanya Belitong Ekspres, Ahad (8/16).

Semangat itulah yang menjadikan seorang Rafi mampu mencapai finish rute Manggar-Tanjungpandan tanpa kenal lelah. Bahkan tawaran berhenti di 4 check poin yang disiapkan untuk berehat, tidak dihiraukan dan memilih mengayuh sampai selesai. Selama 3 jam perjalanan bersepeda, Rafi finish bersama seluruh anggota komunitas lainnya. “Ndak capek, malah nak (mau) ikut agik (lagi),” ucap Rafi dengan polos.

Adapun gowes yang digagas komunitas sepeda Terabas Club merupakan kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-75. Jarak tempuh sejauh 75 kilometer pun dipilih sebagai target yang harus dicapai. “Jadi jarak tempuh yang kami targetkan juga 75 kilometer, kurang lebih segitu,” ujar Ketua komunitas sepeda Terabas Club, Dibya Evan Sulur sekaligus orang tua Rafi Fitrah.

Menurut pria yang akrab disapa Sulur itu, awalnya dia iseng menawarkan anaknya untuk ikut rombongan komunitas Terabas Club. Tak disangka, anaknya setuju berpartisipasi bersama orang dewasa dengan satu diantaranya perempuan. “Saya juga terkejut, dia mau ikut. Tapi saya pikir okelah, paling nanti di perjalanan naik ke mobil kalau lelah,” ungkap Sulur.

Selain mengaku khawatir, Sulur dan istrinya ikut mengiringi perjalanan sang anak dan rombongan komunitas sepeda Terabas Club. “Sampai di titik check poin, saya bilang bang (Rafi) naik mobil ya. Dia jawab, biarlah yah (ayah). Khawatir juga, tapi dia semangat ya kami ikuti,” ujar Sulur.

Adapun 4 titik check poin yang disiapkan adalah Simpang Renggiang, kampung Bangek, Simpang Perawas dan Tugu Satam. Selama berhenti di check poin, pegowes yang semuanya warga Manggar beristirahat sejenak mengisi air minum.

Menariknya, komunitas pesepeda Terabas Club memilih sepeda jenis MTB untuk menempuh rute Manggar – Tanjungpandan. Sepeda jenis MTB merupakan jenis sepeda offroad yang biasanya digunakan di jalur sulit.

“Komunitas kami ini berdiri tanggal 25 November 2019. Saat itu, sebenarnya sudah banyak pehobi sepeda namun belum ada yang mewadahi. Setelah kumpul-kumpul munculah ide membentuk komunitas,” kata Sulur.

Sulur menambahkan, selain merasakan cucuran keringat karena bersepeda, komunitas Terabas Club justru mengeratkan kekompakan dan suasana kekeluargaan antar sesama anggotanya.

“Rencananya, kita pasang target menempuh rute Manggar – Tanjung Tinggi selanjutnya. Tapi kami perlu persiapan karena rutenya lebih panjang dan mungkin belum di waktu dekat,” tutupnya. (msi)