Group IKNB Akan Ditutup

by -

*3 Jam Diperiksa Polisi, Dudung Ngaku Salah

utama-edisi-24-maret-2017-dudung
Admin grup IKNB Akhaludin, saat diperiksa oleh unit Satreskrim Polres Beltim, Kamis (23/3) kemarin.

MANGGAR – Grup media sosial Facebook Idang Kite Ngembangun Belitong (IKNB), akan segera ditutup. Admin grup bernama Akhaludin atau yang akrab disapa Dudung, menyatakan kesediaannya. Bukan hanya itu, Dudung juga menyatakan akan pensiun mengurus Belitong di dunia maya.

Demikian disampaikan Dudung usai diperiksa oleh unit Satreskrim Polres Beltim, Kamis (23/3) kemarin. Pemeriksaan bermula, saat Dudung hadir di sela Kegiatan Musrenbang Kabupaten Belitung Timur (Beltim) 2018, yang digelar di Gedung Auditorium Zahari MZ, Kamis (23/3) kemarin.

Saat itu, Dudung didatangi oleh warga Manggar atas laporan pencemaran nama baik beberapa waktu lalu di kegiatan tersebut. Ia kemudian dibawa ke Mapolres Beltim untuk diperiksa. Pemeriksaan itu juga ternyata berbuntut panjang dengan laporan yang sama oleh pihak RSUD Beltim.

Dudung diperiksa kurang lebih 3 jam oleh unit Satreskrim Polres Beltim akhirnya mengakui kesalahan. Ia memohon maaf atas segala perbuatan yang pernah dilakukan di grup facebook IKNB, yang anggotanya mencapai puluhan ribu orang.

Kapolres Beltim, AKBP. Nono Wardoyo, S.ik melalui Plt.Kasat Reskrim Polres Beltim, AKP.Anton Sinaga saat dikonfirmasi Belitong Ekspres, membenarkan jika pihaknya sudah memanggil dan memeriksa Dudung. Itu terkait laporan yang pernah disampaikan oleh pihak RSUD Beltim atas pencemaran nama baik beberapa waktu lalu.

“Tadi kita sudah memanggil Dudung dan sekaligus memeriksanya atas terkait laporan pencemaran nama baik RSUD Beltim. Dan kita tadi juga sudah menghadirkan mantan Direktur RSUD Beltim sebelumnya, Dianita Fitriani beserta staf dan dokter, ” ungkap AKP. Anton Sinaga.

Adapun hasil yang disepakati dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat untuk berdamai. Atas nama Pimpinan Pemerintah ?Daerah Beltim, Yuslih Ihza, juga turut melakukan perjanjian perdamaian dengan syarat Dudung selaku admin Grup IKNB melakukan penutupan Grup media sosial facebook tersebut.

“Saudara Dudung akhirnya bersedia untuk melakukan itu. Dan melakukan kesepakatan diatas materai untuk menutup Grup tersebut. Dirinya juga akan pensiun mengurus permasalahan Belitong di dunia maya tersebut,” sebut Plt.Kasat Reskrim Polres Beltim.

Sementara itu, Mantan Direktur RSUD Beltim, Dianita Fitriani kepada wartawan mengatakan bahwa laporan yang mereka laporan adanya Tudingan yang berbunyi RSUD Beltim menolak pasien. Adapula tudingan memungut uang kepada pasien padahal yang terjadi adalah pasien tersebut tidak terdaftar di BPJS Kesehatan.

“Maksudnya kami, apapun komentar, itu harus benar, harus dipastikan dulu. Bukan kami menolak kritik, memang kami harus terbuka dengan masukan tapi disampaikan dengan cara yang benar,” terang  Dianita.

Permintaan maaf Dudung secara tertulis, kata Dianita, akan dikonsultasikan kembali kepada Bupati Beltim Yuslih Ihza. Dan, Konsultasi tersebut bertujuan untuk menentukan apakah laporan atas Dudung akan dicabut atau tidak oleh RSUD Beltim.

“Karena pemilik RSUD Beltim itukan pemerintah daerah, dalam hal ini diwakili oleh Bupati Beltim. Jadi langkah apapun yang diambil, kami harus dapat persetujuan,” sambung Dian.

Usia pemeriksaan Dudung mengaku akan pensiun membahas persoalan Belitong di dunia maya. Hal itu ia ucapkan saat diminta tanggapannya soal pemeriksaan polisi yang di jalani pada hari ini.

Akhlanudin atau Dudung diketahui adalah admin grup Facebook IKNB. Dia mengaku bekerja di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka). Dudung juga mengaku sebagai wartawan dan editor di media yang berada di bawah naungan Uhamka.? (feb)